Tips Mudik saat sedang Hamil

 

Sebelumnya saya ucapkan mohon maaf lahir batin untuk semua pembaca. Setelah menimbun lama ide ini, akhirnya baru sekarang dapat kesempatan buat post di blog. Cerita ini dalah pengalaman mudik 2016 yang saya rasakan.

Mudik sepertinya sudah menjadi budaya di Indonesia, saat menyambut hari raya idul fitri. Tentunya semua orang ingin merayakan hari bahagia tersebut dengan kelurga besarnya, jadi moment untuk pulang kampong pastilah menjadi moment yang ditunggu oleh setiap orang. Tapia da catatan khusus untuk mudik saya ditahun 2016 ini. Kenapa ? ya, jawabnya adalah saya sedang hamil muda (masih trimester 1).

Sempat berfikir untuk membatalkan mudik, karena ada kekhawatiran tentang kondisi janin bila diajak mudik. Sebenarnya mudiknya tidak jauh hanya Surabaya ke ponorogo, tetapi lumayan capek karena kira kira sekitar 5-6 jam perjalanan darat. Dalam benak saya sudah terbayang capek dijalan ditambah macet dan bagaimana rasa pinggang saya serta baying-bayang karena saya pernah punya riwayat keguuran karena kecapekkan. Namun keinginan untuk bertemu saudara dan keluarga sangatlah besar, sehingga saya memutuskan untuk benar-benar berangkat mudik.

Sebelum melakukan perjalanan yang sangat penting ini, akhirnya saya menyiapkan beberapa persiapan yang matang. Berikut tips untuk yang akan perjalanan jauh atau mudik saat sedang hamil.

  1. Konsultasi ke dokter spesialis sebelum keberangkatan.

Karena keinginan saya yang besar untuk pulang kampung saat lebaran, akhirnya saya konsultasi dengan dokter spesialis yang sering memeriksa kandungan saya. Saat itu, janin masih sudah berumur 11minggu, tetapi masih masuk trimester 1 yang masih harus dijaga ekstra. Setelah mengetahui kondisi janin dan kondisi tubuh saya, akhirnya dokter memperbolehkan saya untuk mudik. Pastilah dengan banyak sekali pesan. Diantaranya harus banyak istirahat jika sudah sampai tempat tujuan dan harus selalu minum vitamin yang diberikan dokter. Ketika itu dokter juga mengijinkan saya untuk konsultasi langsung via mobile jika terjadi suatu hal saat dikampung halaman. Jadi perasaan was-was mulai hilang. Dan saya begitu yakin saya akan baik-baik saja.

  1. Pilih waktu dan sarana transportasi yang aman dan nyaman

Ada hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat mudik, yaitu alat transportasi yang dipilih. Untuk menempuh jalur mudik Surabaya – Ponorogo, hanya bisa dengan jalur darat. Pilihan alat trnasportasi hanya dengan motor, mobil, dan bus. Bagaimana dengan kereta? Bukannya kereta lebih nyaman? Benar sekali, jika rute perjalanan kalian bisa ditempuh dengan kereta, sangat disarankan mudik dengan kereta. Namun karena kota ponorogo tidak dilalui kereta dan hanya kota kecil saja, jadi saya kurang beruntung karena tidak ada jalur kerata disana. Begitu juga dengan Mobil pribadi, rasanya tidak mungkin karena suami baru dapat cuti h-2, jadi mustahil kalau saya ikut mudik suami.

Setelah sempat galau untuk memilih alat transportasi, akhirnya suami memutuskan untuk mengijinkan saya mudik bareng dengan Mudik gratis dari Yamaha dan Radar Surabaya. Alasannya suami adalah karena bus yang dipakai pasti nyaman dan sepanjang perjalanan dikawal oleh polisi. Dengan ikut mudik gratis ini lebih nyaman dan aman bila dibandingkan dengan transportasi umum lainnya.

Seperti yang dibayangkan, ternyata dengan event mudik gratis ini saya mendapat pelayanan memuaskan disaat perjalanan. Armada bus yang sangat bagus dan nyaman, sopir yang ramah dan tidak ugal ugalan saat mengendarai, membuat saya tidak khawatir tentang kondisi kehamilan saya saat dijalan.

Cara Daftar Mudik Gratis 2016 dari Yamaha dan Radar SurabayaPengawalan polisi saat mudik gratis radar Surabaya & Yamaha

  1. Membawa makanan / camilan yang disukai

Ibu hamil sangat perlu nutrisi yang cukup. Saat melakukan perjalanan jauh, sangat disarankan untuk tetap melengkapi nutrisi yang diperluka tubuh, supaya tidak lemas dan mual. Karena masih trimester 1. Saya putuskan untuk membawa bekal buah-buahan segar untuk mengurangi rasa mual saat perjalanan.

  1. Memakain pregnant belt

Untuk meminimalisir guncangan yang akan terjadi saat berkendara, akhirnya saya memutuskan untuk memakai pregnant belt, sehingga janin benar-benar aman didalam. Mungkin bagi seseorang tidak penting menggunakan pregnant belt, tetapi bagi saya sangat penting. Jika posisi duduk saya nyaman dan sudah memakain pregnant belt, saya semakin yakin jika janin saya pasti tidak akan terguncang dan akan baik-baik saja.

  1. Istirahat yang cukup

Yang paling penting adalah istirahat yang cukup. Dan tidak memaksakan kehendak untuk terus berkunjung je rumah saudara. Godaan yang paling besar saat dikampung halaman adalah berkunjung ke rumah-rumah saudara, karena moment itu hanya dilakukan setahun sekali. Tetapi yang mengetahui kondisi tubuh hanya saya sendiri, maka saya mengurangi jadwal kunjungan ke rumah saudara dengan alas an saya tidak mau terlalu capek. Karena saya harus melakukan perjalanan dan melewati arus balik menuju ke kota untuk kembali ke rutinitas sehari-hari.

Demikian tips dan cerita pengalaman saya saat melakukan mudik di tahun 2016 ini. Seletah balik ke Surabaya, saya melakukan konsultasi dan pemeriksaan terhadap kondisi janin saya. Dan Alhamdulillah janin sehat dan hati pun bahagia. Semoga allah selalu melindungi janin saya sampai dengan lahir. Karena menurut saya ibu hamil bukan halangan untuk tidak melakukan aktivitas apapun. Yang terpenting adalah bahagia dan bahagia.

Selanjutnya akan ada event yang bisa buat kita bahagia, Yuk Join event Hari hijaber nasional 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016 @Masjid Agung Sunda Kelapa,  Menteng, Jakarta Pusat. Pasti gak akan rugi dech.

hijaber

Semoga kebahagiaan di moment lebaran senantiasa bersama kita semua.

Ike yuliastuti

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *