Mitos dan Fakta Belajar Multilingual Sejak Dini

Mau mengajarkan anak multilingual? kira-kira kapan waktu yang paling tepat ya Mom ? Lalu bagaimana jika anak bingung bahasa? Atau malah gak bisa lancar berbahasanya ? Apakah seorang anak hanya boleh belajar bahasa ibu nya saja? dari semua pertanyaan itu kira-kira mitos atau fakta ya mom.. yuk simak pemaparannya.

Seiring perkembangan jaman, anak-anak sekarang dituntut lebih maju dan pandai dari generasi sebelumnya. Statement diatas kadang bikin galau mahmud kayag saya. Betapa tidak, di era globalisasi yang seperti sekarang para mahmud harus mampu menyiapkan generasi brilian. Karena itu kemampuan menguasai banyak bahasa atau sering di sebut multilingual sudah marak diajarkan kepada anak. Lalu sebenarnya usia berapakah idealnya untuk mengajarkan multilingual pada anak ? Dan bagaimana metode pembelajarannya ?

Kebetulan banget hari sabtu 15 Juli 2017 kemaren mendapatkan kesempatan untuk menghadiri Talkshow yang diadakan EF (English First), tentang “How to Help Your Kids Learn English”. Dari talkshow yang narasumbernya psikolog ternama Rosalina Verauli S.Psi, M.Psi, (yang sering saya lihat di tv hehe..), saya mendapatkan banyak informasi tentang pengajaran bahasa terhadap anak.

Mitos VS Fakta Multilingual

Mba Vera juga mengatakan bahwa di masyarakat sekarang ini masih banyak mitos yang berkeliaran yang membuat para mama muda enggan mengajarkan bilingual atau multilingual pada anaknya. Ada 3 mitos yang dipaparkan mba vera, dan harus dilawan agar paradigma mengajarkan multilingual pada anak itu bias dilakukan sedini mungkin.

  1. Bayi harus menguasai bahasa ibu terlebih dahulu
  2. Bayi yang diajari bilingual akan mengalami keterlambatan bicara
  3. Anak bilingual akan mengalami bingung bahasa

Dari ke 3 mitos diatas, mba vera berhasil mengungkapkan fakta-fakta berdasarkan sumber yang benar dan kompeten bahwa 3 mitos tersebut salah. Adapun faktanya adalah sebagai berikut :

  • Golden Moment perkembangan area berbahasa ada di 6 tahun pertama

Yang harus diketahui para orang tua adalah, ternyata perkembangan otak anak untuk area berbahasanya adalah sebelum lahir sampai dengan umur 6 tahun. Untuk itu sangat disarankan apabila ingin mengajarkan bilingual atau multilingual, waktu yang paling tepat adalah saat usia 0-3 tahun. Disini peran orang tua dan lingkungan sangat dibutuhkan, apalagi sewaktu anak sudah mulai latihan berbicara.

Grafik golden moment pada anak
  • Kemampuan berbahasa melibatkan Sistem Saraf Pusat dan area berpikir, jadi fungsi wicara sangat kompleks

Proses mulainya fungsi wicara sangat tergantung pada susunan system saraf pusat serta factor biologis lainya. Sehingga tidak ada kaitannya apabila anak bilingual akan mengalami keterlambatan wicara. Malah sebaliknya, anak bilingual akan mendapatkan banyak respon postitif perbendaharaan kata yang banyak yang akan menstimulus proses berbicara.

Teori Perkembangan bahasa Naon Chomsky
  • Bingung bahasa (code switching) adalah tanda bahwa anak menguasai bahasa dengan baik.

 Jika ada yang bilang kalo anak bilingual akan bingung bahasa, itu salah besar. Karena jika seorang anak sudah mampu memindah bahasa dengan baik sesuai kebutuhannya, berarti anak tersebut sudah menguasai bahasa dengan baik. Tidak aka nada ceritanya bingung bahasa, karena secara otomatis anak yang terbiasa bilingual pasti bisa mengatur bahasanya sendiri.

Selain mba Vera, narasumber lainnya juga tak kalah keren, yaitu pasangan selebritis Donna Agnesia dan Darius Sinatria sebagai brand ambasador EF. Mereka berbagi pengalaman bagaimana mengajarkan bilingual terhadap 3 anaknya. Donna mengungkapkan”ketiga anak kami terbiasa berkomunikasi dengan bahasa English padahal mereka sekolah di sekolah negeri. ” Karena Donna dan Darius terbiasa menggunakan bahasa English saat bercakap dengan ketiga buah hatinya. Sejak kecil mereka terbiasa mendapatkan stimulus bahasa yang baik, sehingga saat ini mereka telah tebiasa menggunakan bahasa English, begitu ujar Darius menambahkan pemaparannya.

Dari penjabaran mitos dan fakta diatas, apakah kalian para orang tua masih ragu untuk mengajarkan multilingual pada anak ? semoga artikel ini menjawab keraguan para orang tua, karena ternyata manfaat multilingual menjadikan anak memiliki kecerdasan sebagai berikut :

Kemampuan anak Monolingual VS Bilingial

Ada beberapa tips dari mba Vera tentang bagaiamana menstimulus anak untuk belajar multilingual sejak dini. Diantaranya adalah memberikan respon positif akan bahasa terhadap anak sedini mungkin. Factor lingkungan juga sangat berpengaruh, karena bahasa merupakan perilaku social, jadi pendampingan orang tua akan membuat lingkungan kondusif terhadap proses belajar anak.

Stimulasi berbahasa pada anak

Semoga artikel ini bermanfaat, dan dapat memacu para orang tua untuk mengajarkan multilingual pada anaknya. Agar generasi mendatang menjadi generasi yang lebih berkompeten.

Big love

Ike yuliastuti

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *