Bunda, Lakukan 4 hal ini agar anak terhindar dari Bullying

Akhir-akhir ini sangat marak sekali khasus bullying entah itu pada anak kecil atau yang sudah beranjak dewasa. Sebenarnya apa penyebab bullying itu? Dan apakah bisa kita mencegah agar anak-anak kita terhindar dari bullying ?

Setelah melihat beberapa berita di TV lalu pikiran mulai kemana-mana, bagaimana nasib generasi penerus jaman anak q nanti ya, seperti apa ya masa depan mereka, akankah kasus bullying ini akan terus mengganggu pikiran semua orang tua dan seakan menjadi momok terbesar bagi anak. Maraknya kasusu bulliyng di media social juga membua hati semakin miris. Karena bullying bisa dilakukan dengan mudahnya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan di shared kemana-mana. Hati orang tua mana yang tidak teriris jika melihat kasus kejahatan bullying ini.

Bunda pasti juga memiliki kekhawatiran yang sama. Namun kita sebagai orang tua bisa membentengi anak dengan prinsip-prinsip kehidupan. Selain itu ada 4 hal yang harus ditanamkan sejak dini supaya anak terhindar dari Bullying.

STOP memarahi dan berkata kasar

Karakter anak akan sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan didikan orang tuanya. Jangan sekali-kali memarahi ataupun membentak anak anada dengan kata-kata kasar. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap emotional anak. Trauma saat dimarahi atau dipukul akan sangat membekas di ingatan anak apalagi saat masih kecil. Karena satu teriakan atau satu pukulan saja dapat memutuskan beribu sel saraf otaknya.

Anak yang selalu disayang akan tumbuh berkembang secara maksimal tanpa mempunyai trauma tersendiri. Dan ini akan memberikan dampak positif kelak saat mereka dewasa. Yang terpenting adalah ketika mereka dewasa mereka juga tidak akan suka membentak atau pun memukul orang lain.

baca juga : Rumah Juara Hadir sebagai Teman Belajar Baru yang Mengasyikkan

Ajarkan percaya diri

 Bunda, setiap anak itu unik. Mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang berbeda dari anak lainnya. Jangan pernah samakan atau bandingkan anak anda dengan anak sebaya lainnya. Membandingkan anak hanya akan menjadikannya malu dan minder.

Sebaiknya para orang tua mengajarkan anaknya bagaimana mereka harus selalu percaya diri dan semakin menggali potensi pada diri anak. Mencari nilai lebih anak dan semakin memberikan dukungan akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Jadikan kekurangan sebagai keunikannya dan jadikan hobi dan prestasi sebagai kelebihan yang membuat semakin percaya diri.

 

Kenalkan lingkungan social

Lingkungan sosial sekitar juga erat kaitannya dengan perkembangan anak. Orang tua harus memperkenalkan lingkungan yang baik bagi anaknya. Semua itu di mulai dari lingkungan keluarga. Dan tantangan bagi oramh tua masa kini adalah tantangan lingkungan dunia maya. Seperti yang kita ketahui, bullying justru semakin marak di social media.

Sebagai orang tua pastinya harus selektif dalam memilihkan content dan aplikasi di internet, serta mengajarkan untuk bijak dalam menggunakan media social. Agar tidak semakin banyak postingan yang tidak bertanggung jawab seperti bullying yang marak belakangan ini.

baca juga : Mitos dan Fakta Belajar Multilingual Sejak Dini

Tanamkan keberanian

Keberanian yang dimaksudkan adalah sebagai karakter dari seorang anak. Tidak hanya berani apabila dilukai teman tetapi mengajarkan keberanian sebagai mental ini akan meliputi semua aspek. Ajarkan anak untuk berani berpendapat, berani meminta maaf dan mengakui jika bersalah dan berani berterima kasih kepada orang lain. Dengan demikian anak akan memiliki mental yang lebih kuat.

Kasus bullying ini sangat erat kaitannya dengan semua pihak, jika ingin memutus rantai bullying ini memang harus dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar rumah.

Ayah bunda, yuk ajarkan prinsip kehidupan ini, agar anak semakin kuat dan tidak terpengaruh akan bullying.

Artikel ini ditulis untuk arisan blog dengan tema dari mba Ayutanimoto

Big Love

Ike yuliastuti

You may also like

20 Comments

  1. Aku selalu mengajarkan anakku untuk percaya diri dan tak takut jika menghadapi teman yang seringkali iseng. Satu lagi, tak mudah cengeng. Harus kuat. Smoga tak ada lagi anak anak yang menjaid korban dan pelaku bullying

  2. Anakku mbarep dulu juga korban bullying selalu dibuat anak bawang di kelas, karena dulu selalu tak omongi kalau ada teman yang jahilin atau berbuat kasar padamu mending menjauh. Tapi setelah terus-terusandijahilin sampai kacamata pecah 2 kali, tak ajarin ngelawan la kok malah hampir mencekik leher dengan dasi temen e ketika dia dijahilin. Dan dibawa ke BP. Tapi masa itu wis berlalu, malah mereka berdua jadi teman akrab akhirnya. 🙂

  3. Berhubung anak saya masih kecil, saya tanamkan melawan saat dibully hihi.. Kadang sebelum mulai dibully udah dia ambil ancang-ancang Mbak Ike hehheh

  4. tips paling efek menurut saya yaitu ikutkan mereka ke les bela diri, tapi perlu juga diawasi dan ditanamkan nila2 yang baik agar anak tidak jadi berandal.

    manfaatnya, memberikan rasa percaya diri, disiplin, dan teman2nya ngak bakal berani bully lagi. (dengar kata karate saja anak2 pd takut).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *