Mustahil Akur dengan Mertua, ? Lakukan 3 Hal Ini Agar Hubungan Semakin Harmonis

Bahtera kehidupan rumah tangga dimulai setelah pesta pernikahan usai. Akan kah rumah tangga bahagia bak raja ratu seperti waktu di pesta, atau kah banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan ? Semuanya tergantung bagaimana kita menjalaninya.

Seperti kebanyakan perempuan lain saat memasuki sebuah keluarga baru, saya juga merasakan bagaimana pentingnya beradaptasi. Bagi sebagian orang mungkin susah, dan bagi sebagian lainnya bisa saja sangat mudah.  Mertua, sudahkah kalian mempunyai hubungan baik dengan mereka? Atau jangan-jangan ada yang sudah bertahun-tahun belum bisa akrab dan harmonis dengan mertuanya.

Tidak dapat dipungkiri terkadang sulitnya adaptasi di keluarga baru membuat kita sang istri tak bisa bertahan dan tak mampu menjalin hubungan baik dengan mertua. Hayo ngaku.. siapa yang belum bisa akrab dengan mertuanya ?

Suatu pernikahan bukan saja untuk dua insan tetapi untuk dua keluarganya.

Jadi untuk menjaga keutuhan hubungan tersebut, yuk segera perbaiki hubungan dengan para mertua kita. Dan hanya perlu 3 hal ini untuk menjadikan hubungan bisa menjadi harmonis.

Mertua juga orang tua kita

Siapa sebenarnya mertua itu ? kita semua perlu menyadari bahwa mertua adalah orang tua kita juga. Sebisa mungkin kita juga harus taat dan menghormatinya sama seperti bagaimana kita menghormati orang tua kandung kita.

bahagia bersama mertua

 

Bagi yang bisa menghormati kedua orang tuanya baik orang tua kandung dan mertua, maka kehidupannya juga pasti akan menjadi berkah. Sebagai seorang anak, kita harus tetap birrul walidaini dalam keadaan apapun. Maka jangan sampai emosi sesaat menghilangkan ketaatan kita terhadap orang tua kedua kita. Saya juga percaya jika kita memperlakukan mertua seperti keluarga kandung kita, mereka juga akan menyayangi kita selayaknya seperti anaknya sendiri.

baca juga :Bunda, Lakukan 4 hal ini agar anak terhindar dari Bullying

Berdamai dengan keadaan

Pasti masih ada yang nggerutu dibelakang ya,, mertuaku tukang nyinyir, duh mertuaku bicaranya suka nyakitin hati, atau ada mertuanya yang selalu ngatur dan ikut campur. Percayalah, semua adaptasi memang tak pernah berjalan mulus, pasti ada saja kerikil yang menghalangi. Apalagi untuk yang masih tinggal se atap dengan mertua, kalian harus sabar ya. Perlu digaris bawahi bahwa yang mereka lakukan itu adalah untuk kita.

mertua yang suka ikut campur

Jika di nyinyirin, mungkin maksud mereka perhatian, namun salah dalam penerapannya. Kalo aku tak pernah ambil pusing ya, selama aku berusaha bersikap baik kepada mereka, aku yakin mereka juga sedang berusaha beradaptasi denganku. Sebagai seorang menantu yang baik, kita yang muda harus bisa berdamai dengan keadaan.

Positif thingking karena hubungan yang kita jalin bukan hubungan sehari selesai tetapi selamanya. Jadi pikir untuk kebaikan kedepan. Jangan terlalu baper dengan keadaan ya, karena setiap orang pasti juga mengalami sulitnya beradaptasi di keluarga baru. Terus berproses dan belajar memahami masing-masing karakter akan sangat berguna, ketimbang baper, nangis ngabisin tenaga dan pikiran.

Logika mudah berpikirnya agar tidak terlalu baper, anggap saja mertua yang paling baik, dan diantara semua orang ini juga pernah merasakannya, semua akan baik-baik saja jika kita bersikap baik terhadap mertua.

baca juga : Berlibur Ala Working Mom

Sabar, sadar dan senyum

Jika ingin harmonis, setidaknya tampakkan kebahagiaan saat bersama mertua. Selalu tersenyum ikhlas dan bahagia bisa menjadi kunci keharmonisan hubungan. Sebisa mungkin kita harus menampakkan bahwa semua baik-baik saja. Karena kejujuran senyum akan membawa berkah tersendiri.

Sabar, dan sadar ini susah dilakukan, karena terkadang kita menant sering lalai dan tidak sadar akan posisi mertua. Sebagai menantu kita harus sadar akan posisi, dan kewajiban kita. Jangan sampai membuat luka dihati mertua dengan tindakan atau perkataan kita.

nasehat untuk sabar menghadapi mertua

Sabar maksudnya adalah rawatlah mertua dengan sebaik mungkin dengan kesabaranmu, karena suatu saat nanti kalian pasti akan mengetahui bahwa kehadiran mereka adlaah penting.

Langkah diatas sudah saya lakukan, dan saya selalu berproses untuk menjadi lebih baik dan berusaha menjaga hubungan dengan mertua saya. kesulitan beradaptasi juga saya alami, apalagi saya tinggal di sebelah rumah mertua. Tetapi saya berpikir semuanya pasti akan baik pada waktunya.

Jadi, siapa bilang akur dengan mertua itu mustahil ? buktinya aku bisa nih akrab dan harmonis dengan mertua. Baca juga cerita kemustahilan yang lain dari beberapa teman blog Nurul Rahma, Kania NingsihHidayah QudusMaria Soraya, dan Yurmawita

 

Big Love

Ike Yuliastuti

 

You may also like

12 Comments

  1. Kalo nggak akrab sama mertua, siapa nih yang mau dimintain tolong buat ngejagain anak sewaktu-waktu. Hihiii.
    Mertua udah aku anggep sebagai orangtua keduaku, bagaimana pun ga bisa lepas dari bantuan mertua sejak menikah. Alhamdulillah mertua, orangnya enak diajak koordinasi jagain anak. Semoga mereka selalu diberi kesehatan ya..Amiin..

  2. Awalnya aku sempat agak risih direwelin mungkin karena aku sendiri gak punya ibu dari kecil, jadi pas ketemu mak Mertua agak asing, lama kelamaan kok makin butuh ya sama dia, soalnya terasa ringan kerjaan rumah karena omelannya hehe.

  3. Alhamdulillah hubunganku dengan mertua baik. Bersyukur dapat mertua sabar dan pengertian. Kalau lagi mudik bangun siang gak diomelin, hehe..

    Aku setuju, inti agar hubungan dengan mertua baik adalah berdamai dengan keadaan. slaing memahami lah ya..

  4. Perlu menyamakan frekuensi dengan suami ketika menghadapi mertua maupun orang tua. Kalau ngomong ke mertua mending suami aja yang ngomong karena sebagai anak lebih ngerti celah buat ambil hati ortu

  5. Setuju banget biat semua ulasannya.. Disaat kita membahagiakan mertua, ia pun semakin dekat dan membahagiakan kita.. Suamipun makin sayang dg kita dan keluarga kita😊

  6. yesss adaptasi, awal2 nikah yg adaptasi dari diriku aja, from a to z ke keluarga suami … di tahun ke 5 pernikahan, ibu mertua akhirnya nrimo bahwa kami berdua memang sama2 ibu rumah tangga tapi kami punya job desk yg beda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *