Merdeka di Era Digital

Merdeka… Merdeka… Merdeka…

Meski agustus sudah lewat dan bendera umbul-umbul serta atribut kemerdekaan sebagian sudah mulai diturunkan, jangan sampai semangat kita ikut kendur. Postingan ini adalah curhatan beserta opini pribadi mengenai bagaimana kemerdekaan di era digital masa kini. Khususnya untuk para awak media dan blogger seperti saya.

Kalian jangan lupa komentar juga ya, supaya saya tau bagaimana opini masyarakat tentang kemerdekaan di era digital ini.

Merdeka Dalam Menulis

Sebagai seorang blogger, tentunya saya memiliki kebebasan dalam menulis, karena menulis bagi saya adalah menuangkan apa yang ada di kepala saya agar bisa disebar dan dinikmati mayarakat. Merdeka dalam menulis, bukan saja kebebasan dalam menulis, tetapi juga diikuti rasa tanggung jawab aka nisi dan materi tulisan. Karena isi tulisan akan mencerminkan pribadi penulisnya.

Seperti yang kita ketahui ditahun 2017 ini, media banyak menjadi sorotan. Ada ustad yang menjadi viral karena ocehan di media sosialnya, ada juga blogger yang beropini tentang apartemen kemudian malah mendapatkan kasus hokum. Contoh seperti itu dapat menjadi tolok ukur sudah merdeka kah kita untuk menulis ? baik menulis di media social maupun di media elektronik lainnya.

baca juga : Wish List tahun 2017

Ataukah ada yang salah pada penulisnya ?

Menurutku yang harus dirubah adlaah paradigma masyarakat terhadap suatu tulisan fenomenal. Bisa jadi suatu tulisan mengandung maksud lain karena terkadang tulisan hanya sebagai kiasan.  Karena kemerdekaan di era digital ini, harus diikuti peran serta masyarakat dalam menikmati tulisan.  

Berikut ini ada teman blog yang menurutku tulisannya udah merdeka banget lah, bisa menginspirasi banyak orang juga. aku suka baca blognya karena banyak menguak travelling ke tempat yang belum pernah aku kunjungi. kalo kalian penasaran juga kunjungi yuk blog mba Rosanna Simanjuntak 

Think before posting

Think before posting, ungkapan ini paling tepat sebagai acuan kita sebelum menulis atau memposting sesuatu di media social dan media elektronik. Karena setiap yang kita posting akan kita pertanggung jawabkan pribadi.

Simplenya saja, jika mau curhat di medsos, maka semua orang akan tau siapa kita. Jika mau menulis kegalauan juga semua orang akan tau bagaimana perasaan kita. Jika sudah siap menerima resiko itu, no problem mau posting apa saja. Yang jelas tanggapan dari masyarakat seperti apa juga harus dipertimbangkan.

Tulisan yang bermanfaat

Opini pribadiku ya, karna sama-sama posting atau nulis di dunia elektronik, saya memilih posting yang bermanfaat sajalah ya. Yang bisa jadi referensi, semangat ataupun ilmu untuk orang lain.

Akan sangat mulia jika yang kita tulis adalah member manfaat bagi orang lain. Karena sebaik-baiknya umat adalah yang bermanfaat.

Sama menulisnya, sama postingnya, sama – sama pake kuotanya ya mending yang bermanfaat dong, siapa tau bisa nambah pahala.

baca juga : 10 Wish list blogging yang menjadi penyemangat tahun ini.

Jadi, sudahkah anda merdeka di era digital ini ? yang punya opini lain bisa langsung komentar ya, bagaimana kemerdekaan di era digital menurut kalian.

 

You may also like

5 Comments

  1. sejak ada UU IT saya jadi takut berkomentar tentang beberapa ulasan yang saya tulis tentang restoran atau kuliner yang saya tulis. Katanya sih meskipun nggak enak harus nulisnya yang bagus kalo nggak bisa-bisa kita dilaporkan pemilik warung kalo nggak terima. Repot kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *