Jika Aku Phobia Hewan, Bagaimana Anakku Nanti ?

jika aku phobia hewan

Hai Mom and Dad semuanya, kali ini mau bahas yang ringan-ringan dulu aja. Sedikit curcol ya mom, bahwa saya ini punya hal minus yang gak banget pokoknya. Yaitu takut kepada semua binatang. What ? takut semua binatang ?

Pasti pada gak percaya ya, dan pasti juga pada nanyain, kalo ada cicak, semut apa juga takut ?

Jujur aku takut semua binatang, termasuk gerombolan semut dan cicak yang merayap didinding. Kayagnya Cuma 1 hewan yang berani aku sentuh yaitu nyamuk hahaha.

Awalnya saya santai aja mengenai ketakutan ini, tetapi sekarang kog jadi mikir ya. Lah kalo aku takut sama hewan kayag gini, terus nasib baby boy ku gimana dong ? Anakku butuh mengenal hewan, supaya  mengetahui jenis-jenis hewan.

Sedikit cerita ya mom, usut punya usut setelah saya balik ke masa lalu saat saya masih kecil, ternyata saya sama sekali tidak pernah dikenalkan dengan binatang. Bayangkan saja, selama 27 tahun ini saya datang ke kebun binatang Cuma sekali. Itu pun ketika saya sudah dewasa saat duduk dibangku kuliah.

Bisa jadi ketakutan saya ini karena tidak terbiasa, karena doktrin orang tua saya (ibu) yang melarang saya untuk ke kebun binatang. Dan kurangnya pendidikan serta pengenalan langsung terhadap binatang.

baca juga : Upaya Menyiapkan Anak Generasi Maju

Tak kenal maka tak sayang

Jadi mom and dad semuanya, jangan sampai anak-anaknya kayag saya ya, yang selalu ketakutan jika ada hewan. Pengenalan terhadap hewan itu juga perlu dilakukan untuk anak. Mungkin sesekali mereka merasa takut, namun jika sering melihat secara langsung akan terbiasa. Itu lah fungsinya mengajak anak bermain ke area kebun binatang. Tentunya dengan pengawasan selalu ya mom.

 Sebisa mungkin kenalkan anak dengan hewan. Selain menstimulus anak, ini efektif banget agar anak tidak merasa takut saat bertemu hewan. Pengenalan bisa dilakukan dengan memperlihatkan gambar serta video tentang hewan.

interaksi dengan hewan
interaksi dengan hewan

Interaksi itu perlu

Setelah anak kenal dengan hewan, pastilah mereka akan penasaran dengan bentuk asli hewan yang mereka lihat dibuku. Dari sini orang tua selanjutnya harus mengajak anak berinteraksi langsung dengan hewan. Misalnya dengan mengajak anak ke kebun binatang.

Dalam interaksinya, jangan sampai membiarkan anak sendirian ya mom and dad. Selalu damping anak, dan kenalkan mereka mana hewan buas, mana hewan yang bisa dipegang agar anak juga aman berinteraksi dengan hewan.

baca juga : Wahai Ayah, Sayangilah Anak-anakmu.

2 cara diatas adalah cara efektif untuk membuat anak berani bermain-main dengan hewan kesukaan mereka. Karena interaksi seperti itu sangat perlu. Ajari anak sejak dini ya mom, supaya tidak jadi phobia seperti saya.

Karena saya harus menyelesaikan phobia saya, maka saya hanya bisa memperkenalkan anak saya si Alfan dengan melihat gambar atau video saja. Untuk interaksi langsung dengan hewan akhirnya saya minta tolong suami untuk mendampingi si kecil Alfan. Semoga anakku tidak sepertiku yang takut hewan.

You may also like

3 Comments

  1. Wuih rekor mbak kalau sampai semua binatang.. Semoga mbak Ike bisa mengatasi phobianya seiring berjalannya waktu sambil melatih si Alfan berinteraksi dengan binatang, Krn semakin banyak belajar tentang beda hewan buas dan yang bersahabat insyaAllah rasa takut itu akan sirna, kecuali geli dg bulu2 ya mbak, atau ada pengalaman ekstrim dengan binatang tertentu😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *