Setahun Bersamamu, Penyempurna Kebahagiaan Bunda

Pengalaman keguguran membuat saya selalu belajar bagaimana merawat amanah dari Tuhan dengan sebaik mungkin. Kini kebahagiaan bunda sudah semakin lengkap nak, karena kamu hadir di sini sekarang, bersama bunda, memeluk bunda.

Alfan adalah putra pertama saya yang lahir ke dunia ini. Arti dari kata Alfan adalah kebahagiaan, yang dimaksudkan bahwa anak ini akan memberikan kebahagiaan untuk keluarganya. Semoga ini menjadi doa bunda yang terkabul ya nak.

Rasanya baru kemaren bunda menuliskan surat cinta untukmu nak, saat dirimu masih di dalam perut bunda dan masih sering menendang bunda, kini kamu sekarang sudah hampir bisa melangkah dan berlari. Kata-kata lembut dan teriakan untuk minta makan (berteriak maem maem, mama mama) sudah mulai sering kau ucapkan pula sayang.

surat mama saat Alfan masih di dalam perut

baca juga : 7 hal yang dirindukan saat hamil

1 Tahun Bersama

Mungkin bagi bunda yang memiliki anak usia lebih dari 1 tahun pasti akan menganggap postingan ini sepele. Ya kan masih setahun aja, belum 10 tahun belum 20 tahun. Tetapi justru 1 tahun yang telah saya lewati bersama buah hati dengan pmuh perjuangan ini akan menjadi pondasi awal ikatan batinku dengan anakku secara kuat.

Please tidak usah lebay deh, mungkin ada yang berpikiran begitu.

Ya, tapi ini cerita bukan dibuat lebay ya, ini murni cerita seorang ibu yang mencintai anaknya dan berupaya penuh untuk kebahagiaan dan kenyamanan anaknya.

Jadi 1 tahun ini sudah ngapain aja sama anaknya  ?

Cerita berawal dari baby blues yang menyerang selama hampir 1 bulan penuh. Perjuangaan menghadapi emosi diri sendiri yang tidak stabil hampir membuat depresi. Saya harus berjuang menghadapi anak dan menyayanginya dalam keadaan baby blues yang parah. Pasca sembuh dari syndrome baby blues, 2 bulan kemudian saya harus terkapar karena thypus yang menyerang.

Batinku berkata, “kenapa ujian ini selalu datang ya Allah”. Dan saat itu saya harus memberikan ASI untuk anak saya. Karena saya tidak mau kalah dengan kondisi, saya pun tetap memberika ASI, dan memang menurut dokter tidak jadi masalah meski saya terkena thypus. Lagi-lagi harus berjuang untuk Alfan dan juga diri sendiri.

Waktu terus bergulir, menginjak 6 bulan usia Alfan, saya harus menjadi seorang working mom. Ini memang pilihan, tetapi karena situasi dan kondisi keuangan keluarga yang mengharuskan saya untuk bekerja, akhirnya saya harus ikhlas untuk meninggalkan Alfan di siang hari. Bukan perkara mudah, mempercayai orang untuk merawat buah hati sendiri. Meski Alfan sudah aman dengan neneknya, tetapi pikiran ini selalu saja untuknya.

Meskipun bekerja, saya tak pernah putus untuk memberikan ASI untuk Alfan, karena saya hanya berdoa, semoga dengan ASI yang setiap hari saya perah, dengan itu pula bounding antara saya dan Alfan terus ada.  Jadi seorang ibu itu memang harus berjuang. Dan saya melakukan itu semua hanya demi Alfan.

Saat paling dramatis, adalah ketika pamitan akan berangkat kerja dan ketika Alfan menyambut mama saat pulang kerja.

baca juga : Rahasia Working Mom supaya bisa Live To The Max

Sebelum  berangkat kerja, saya selalu membiasakan diri untuk berpamitan kepada Alfan, sambil mengajarinya untuk bisa salaman, kebiasaan ini saya anggap ampuh untuk membiasakan Alfan supaya tahu bahwa mama pergi untuk bekerja dan akan pulang setelah kerjaan selesai. Namun yang selalu terasa dramatis, ketika setelah salaman dan saya memeluknya 5 menit, dia seakan tidak mau lepas dan ingin terus memeluk saya.  Begitu pula saat malam hari, Alfan selalu terbangun ketika saya datang. Seakan ingin sekali bercerita dan mengajak bermain ketika saya pulang kerja. Perjuangan ini, sama-sama kita lakukan ya nak, semoga kamu tahu bahwa yang mama lakukan ini untuk keluarga kita.

Tanggal 27 desember 2017,  Alfan tepat berumur 1 tahun. Oh iya, saya mau bercerita tentang long weekend dengan Alfan di kampung halaman Ponorogo.

Bahagia ketika bisa mengajak anak untuk jalan-jalan bersama ke tempat saudara dan keluarga besar. Untungnya Alfan bukan tipe anak yang rewel, jadi saya putuskan naik Buss untuk ke kampung. Perjalanan kurang lebih 6 jam Alhamdulillah aman dan sukses, karena Alfan sama sekali tidak rewel.  Sayangnya di kampung halaman hanya sebentar. Saya berangkat minggu dan harus pulang hari selasa.

Setiap emak-emak pasti akan khawatir saat mengajak anak untuk bepergin jauh. Apalagi harus naik transportasi umum. Itu pula yngsay rasakan saat naik Buss bersama Alfan. Ketika perjalanan dari Ponorogo menuju Surabaya, sepertinya Alfan kurang nyaman. Dan akhirnya rewel dijalan.

Sebab rewelnya karena badan Alfan demam akibat 2 gigi taringnya yang tumbuh. Namun, karena saya sudah siap sedia obat penurun panas Tempra Syrup yang ampuh mengatasi demam dan aman di lambung, akhirnya Alfan bisa tidur saat perjalanan dan mengurangi rewelnya. Tempra ini adalah obat untuk anak yang tidak perlu dikocok dan memiliki dosis tepat untuk anak-anak. So, tak perlu khawatir kalo anak demam.  Alhamdulillah saya membawa obat yang tepat untuk Alfan, sehingga perjalanan selama 6 jam bisa terlewati dengan tenang.

 

baca juga : 5 Ciri Mama Millennia Jaman Now, Apakah Anda Termasuk dalam Kategorinya ?

Nah, untuk para ibu, pasti deg-degan juga kan jika anaknya sedang demam. Pelajaran berharga ketika kondisi anak sedang demam, ada 5 hal pokok yang harus dilakukan.

  1. Jangan panik
  2. Pantau terus suhu tubuh anak
  3. Skin to skin
  4. Pastikan cairan tubuh anak cukup (ASI cukup jika masih minum ASI.)
  5. Tepat membawa ke rumah sakit atau dokter.

Semoga tipsnya bermanfaat ya bunda, karena saya tahu betapa bingungnya orang tua ketika anaknya sedang sakit. Apalagi jika anaknya masih kecil dan belum bisa bicara, rasanya tuh kayak ikutan sakit.

Untuk Alfan tersayang, terima kasih untuk satu tahun ini ya nak, terus sehat selalu. Cinta dan kasih selalu untukmu sayangku. Tumbuh dan besarlah dengan baik. Karena mama yakin, akan banyak kebahagiaan yang kamu sempurnakan di masa depan nanti nak.

Salam sayang dari bunda untukmu.

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

 

5 comments

  1. Enggak lebay dong Mbak bercerita tentang anak-anak kita. Aku malah lebih parah “lebay”nya daripada Mbak Ike. Hehehe.
    Sehat-sehat selalu ya, Alfan.. Semoga doa-doa mama terkabul untuk kebahagiaanmu di masa depan :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.