Pagi ini kenapa tiba-tiba perut rasanya mual terus dan bawaanya malas untuk beranjak dari tempat tidur. Ada apa dengan diriku ?

Kemudian pas cerita ke suami, entah kenapa tiba-tiba suami langsung nyeletuk “kamu tidak hamil lagi kan ma ?”

Sontak pikiran udah melayang jauh kemana-mana. Belum di tes sih, tetapi kayagnya belum siap aja nih kalo harus hamil lagi. Karena memang banyak banget pertimbangannya. Faktor utamanya sih ya memang si Alfan masih umur 1 tahun ya. Nah, faktor lain-lainnya udah banyak banget yang menyudutkan supaya jangan dulu untuk hamil anak ke dua.

baca juga : 7 hal yang dirindukan saat hamil

Kata orang memang tidak boleh menolak rejeki ya,

Tetapi rasanya, jika tidak diatur jarak kelahiran anak juga tidak baik baik bagi anaknya dan juga buat psikologi ibunya.

Berikut ini pertimbangan saya untuk mengatur jarak kelahiran anak.

1. Mental anak terdahulu

Mempersiapkan mental anak terdahulu yang selanjutnya akan menjadi seorang kakak memang tidak mudah. Orang tua harus benar-benar bisa menjelaskan kepada anak terdahulu bahwa kehadiran anak kedua atau ketiga itu merupakan kebahagiaan bersama dan sesama anak tidak akan da persaingan kasih sayang untuk mereka.

Karena memang rata-rata yang dirasakan oleh kakak adalah cemburu dengan adik-adiknya untuk masalah kasih sayang orang tuanya. Jujur saya pribadi dulu juga merasakan cemburu saat saya mempunyai adik. Nah, memberikan pengetahuan itu dan menciptakan kondisi itu yang menutut saya harus sangat diusahakan oleh kedua orang tua terhadap anak terdahulu atau kakak.

emo mom have baby

baca juga : Setahun Bersamamu, Penyempurna Kebahagiaan Bunda

2. Psikologi ibu

Selain mental anak, secara psikologis ibu juga harus disiapkan. Betap tidak, karena jujur mengurus seorang bayi itu sudah harus dengan kasih sayang dan kesabaran yang luar biasa. Bisa dibayangkan jika harus mengatasi 2 atau 3 nak balita dirumah. Ya, kalo saya sih belum sanggup sepertinya hehe..

3. Financial dan pertimbangan pendidikan untuk anak

Hal yang satu ini mungkin menjadi pertimbangan banyak orang juga. Ya, masalah financial yang harus direncanakan dan ditata dalam keluarga. Budget untuk hamil dan melahirkan memang tidak kecil, tetapi menurut saya pertimbangan financial kedepannya yaitu biaya sekolah anak itu lebih penting. Pertimbangan saya jika jaraknya tidak lebih dari 3 tahun, nanti ketika sekolaah SMA, mereka sama-sama SMA, nah jika jaraknya 3 tahun, bisa dibayangkan ketika kakak masuk SMA adek masuk SMP. Nah menurutku jarak yang ideal adalah 4-5 tahun.

baca juga : 5 Ciri Mama Millennia Jaman Now, Apakah Anda Termasuk dalam Kategorinya ?

4. Faktor usia ibu

Hamil, memang sangat dipengaruhi juga kondisi kesehatan seorang ibu. Menurut sebagian orang yang sudah hamil lebih dari satu kali, pasti rata-rata bilang jika kehamilan pertama di usia 20an lebih menyenangkan dibandingkan kehamilan kedua atau ketiga di usia 30an. Pertimbangan ini juga yang membuat saya berpikir untuk mengatur jarak kelahiran anak.

Karena sekarang usia Alfan masih 1 tahun, kemungkinan 4-5 tahun lagi ingin merencanakan kehamilan anak kedua. Namun jika dilihat dari usia saya yang sudah 27 tahun, saya ingin sebelum 30 tahun sudah hamil anak kedua. Jadi kapan sebaiknya saya hamil lagi ?

Jawababnya yang terbaik adalah manusia bisa berencana, tetapi ada yang maha menentukan yaitu Allah. Jadi saya manut kehendak Allah saja. Semoga yang saya rencanakan juga sesuai dengan rencana Allah.

Tetapi banyak pula yang beranggapan bahwa lebih baik memiliki jarak kelahiran anak yang rapat, karena sekalian capeknya. berikut ini ada opini beberapa teman blogger, pendapat mba Yurma disini yang punya jarak kelahiran rapat. 

Kemudian ini opini mak Kania , Mak Maria Soraya, Mak Nurul tentang jarak kelahiran anak.

Lalu bagaimana opini kalian ? Jangan sungkan untuk komentar ya.