Diare Berjamaah, Bagaikan Bonus Awal Tahun

Pernah mengalami diare ?

Bulan Januari lalu kami sekeluarga mengalami diare berjamaah. Ya ampun sampek berjamaah dong.. iya karena semua anggota keluarga mengalami diare. Kog bisa ? berikut saya shared pengalaman saya semoga bermanfaat untuk semuanya.

Diare ini penyakit yang gampang-gampang susah untuk penanganannya. Karena salah dalam menangani bisa berakibat fatal. Tak sedikit pula orang yang meninggal karena diare. Faktanya ada juga anak teman saya yang berusia 9 bulan meninggal karena diare. Jika mendengar kabar seperti itu pasti nyesek juga. Padahal hanya diare, tapi berujung pada nyawa.

Menurut data WHO, diare menjadi faktor penyebab kematian kedua untuk anak dibawah usia lima tahun. Hasil riset Departemen Kesehatan RI tahun 2017 juga menyebutkan bahwa diare menduduki peringkat ke tiga belas penyebab kematian di semua umur dengan proporsi 3,5%.

Ngeri juga ya ternyata diare ini. Makanya buat ibu bapak semuanya, jangan pernah anggap remeh kasus diare ini.

Penyebab  dan Gejala Diare

pengertian diare

Selain itu, diare juga dapat disebabkan karena salah makan. Terkadang makanan yang terlalu pedas, ataupun terlalu masam juga dapat memicu adanya diare.

Seperti kasus yang terjadi pada anggota keluarga saya. Seprtinya ada yang salah pada makanan kami, atau kondisi air yang kami konsumsi. Jadi bulan januari menjadi bulan diare berjamaah yang fatal. Awalnya anak saya si Alfan, tiba-tiba perutnya kembung seperti ada gas yang tak mampu dia keluarkan. Tengah malam pukul 01.00 wib saya panik karena perutnya sangat keras (atos). 5 menit dari kepanikan saya tersebut perut Alfan bereaksi, BAB cair yang tak mampu ditampung diapersnya sontak membuat saya tidak bisa tidur. Konsentrasi BAB nya cair dan berulang sampai dia lemas.

Baca juga : Keinginan di usia 40 tahun

Kebetulan saat itu suami sedang kerja shift malam, jadi saya harus bisa menangani diare Alfan sendiri. Untungnya di rumah ada oralit dan obat diare, setidaknya yang harus saya lakukan untuk penanganan pertama diare anak saya adalah dengan memberikan dia cukup cairan supaya tidak dehidrasi.

Lain halnya dengan penyebab diare pada suami saya. Selang 2 hari setelah Alfan diare, tiba-tiba ayahnya juga ikut-ikutan diare. Bahkan lebih parahnya, diare yang di derita suami saya ini disertai dengan keluarnya darah. Takut, cemas semuanya terkumpul jadi satu. Akhirnya saya memutuskan untuk mengajak suami ke rumah sakit. Setelah diperiksa dan tes laboratorium, ternyata ada masalah dengan saluran pencernaan suami. Ada tukak lambung, jadi lambungnya terkena infeksi sampai ada luka.

Karena saat itu sibuk mengurusi anak dan suami yang diare, sistem imun saya pun menurun dan akhirnya saya juga diare. Penyebab diare pada saya ini mungkin karena air dirumah yang tercemar, sebab depan rumah saya ini ada sungai dan saat musim penghujan kemaren sempat meluap. Jadi di Januari tahun ini kami sekeluarga mendapatkan bonus diare berjamaah.

Antisipasi dan pengobatan Diare

Dari kejadian diare berjamaah ini saya banyak belajar bagaimana pertolongan pertama pada penderita diare. Penyakit yang datangnya selalu tiba-tiba dan bisa kapan saja ini membuat saya selalu sedia oralit dan obat diare di rumah. Oralit tentunya untuk menjaga agar tidak dehidrasi dan sebagai pengembali cairan yang hilang saat diare.

Untuk obat diare saya menyediakan Entrostop karena ini diformulasikan lengkap untuk dewasa dan Entrostop Anak untuk si kecil. Tidak hanya membantu memadatkan feses, formula Entrostop ini juga dapat sekaligus membunuh bakteri dan mengeluarkannya. Hal ini supaya diare tidak berlanjut dan tidak semakin parah.

Entrostop adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare beserta gejalanya. Dua komponen utama yang terkandung dalam obat ini adalah activated colloidal attapulgite dan pectin. Kandungan kedua zat kimia tersebut berfungsi untuk menyerap racun dan microorganisme penyebab diare, memadatkan feses, serta mengurangi frekuensi buang air besar.

Nah untuk balita, penanganan diare ini agak spesial, karena jika si kecil diare sebaiknya susu yang diberikan diganti dahulu dengan susu tanpa laktosa. Selain itu sementara saat diare sebaiknya dihindari dahulu buah dan sayur. Dan sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat memadatkan feses.

Itulah cerita diare berjamaah yang terjadi pada keluarga saya. Semoga yang membaca ini dapat mengambil manfaat dari pengalaman saya agar dapat mengatasi diare dengan cepat dan tepat.

 

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *