Kementrian PPPA Selenggarakan Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 di Surabaya

Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh anak-anak Indonesia. Bertepatan dengan peringatan Hari anak Nasional, Kementrian PPPA  Selenggarakan Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 di Surabaya pada 23 Juli 2018. Pernghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi pemerintah daerah dan jajaran dinas kota/kabupaten atas upayanya untuk mewujudkan kota ramah anak.

Hayo, sudah pada paham belum bagaimana kabupaten / kota layak anak itu ?

Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah Kabupaten/Kota yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak. Sistem tersebut merupakan upaya terintegrasi antara komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan. Baik dalam hal kebijakan, berbagai program dan kegiatan, yang ditujukan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Apakah semua kota sudah layak untuk anak, atau ada kota yang tidak layak anak ?

Bangsa Indonesia lagi gencar-gencarnya nih untuk mewujudkan Kota layak anak, untuk menyongsong Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030 nanti. Tentunya semua keinginan itu akan dapat terwujud dengan bantuan semua element kehidupan masyarakat. Baik di bidang sosial, pemerintah, ekonomi, dan tentunya semua sektor dan lapisan masyarakat.

Untuk mewujudkan Kota Layak Anak ini, ada 4 hal yang harus ada dan wajib yaitu :

  1. PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga)
  2. Upaya untuk mencegah perkawinan anak
  3. Pengasuhan anak berbasis hak anak
  4. Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA)

PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) menjadi bagian penting pewujudan KLA karena keluarga merupakan tempat paling utama sebagai penguat karakter anak. Ini sejalan dengan pernyataan bu Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungn Anak Yohana Yembise dalam dialog konferensi pers bahwa upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat tidak hanya dari ayah dan ibu, namun semua orang dewasa dalam keluarga. “anak-anak dapat tumbuh optimal jika seluruh keluarga di Indonesia paham dan mendukung pemenuhan hak anak serta menjadikan anak sebagai prioritas utama.

Kemudian Upaya untuk mencegah perkawinan anak menjadi penting karena ini dimaksudkn untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap anak serta membantu lebih menyiapkan mental anak. Di wilayah pelosok Indonesia ternyata masih banyak dilakukan perkawinan anak yang seharusnya tidak dilakukan karena mental anak belum siap dan belum cukup dewasa untuk siap berkeluarga. Bisa dibayangkan jika suatu keluarga yang dibentuk dari perkawinan anak, orang tuanya belum mumpuni secara mental, emosi dan finansial, akibatnya banyaak kekerasan pada anak.

baca juga : Bunda, Lakukan 4 hal ini agar anak terhindar dari Bullying

Bu mentri juga menyebutkan adanya pengasuha anak sesuai dengan haknya. Ternyata sebagai orang tua kita juga tidak boleh egois. Harus memperhatikan hak anak secara utuh dan menyeluruh. Contoh simplenya anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Ini harus sangat diperhatikan supaya tumbuh kembang otak si kecil jdi maksimal. Selain itu harus dipenuhinya ASI, wadah bermain dan belajar anak yang mendukung kreatifitasnya, serta hak akses kesehatan anak seperti imunisasi. Ternyata pemerintah dalam maksud pemerintah kabupaten/kota harus memberikan semua fasilitas pemenuhan hak anak ini.

Pemerintah kabupaten/kota harus mendukung Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) serta menciptakan sistem Sekolah Ramah Anak. Contoh simplenya kini banyak taman kota yang juga menjadi taman bermain anak. Tentunya hal itu menjadi slaah satu upaya menuju Kota Layak Anak. Nah, bagaimana dengan Kota Anda ? sudahkah ada beberapa element diatas. Dan sudah layak kah kota Anda mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak.

Pada tahun 2018 ini, terdapat 389 Kabupaten/Kota memberikan komitmennya untuk menjadi KLA. Dari jumlah tersebut ternyata 176 Kabupaten/Kota yang berhasil mendapatkan penghargaan. Selain penghargaan KLA, Bu Mentri juga memberikan penghargaan kepada daerah yang terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina Forum Anak, merespon Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA), mewujudkan Sekolah Ramah Anak, menyelenggarakan pelayanan Ramah Aanak di Puskesmas, dan melakukan inovasi pembangunan wilayah serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.

Nah, penilaian KLA ini melibatkan banyak pihak diantaranya para Pakar Anak, Kementrian Lembaga pemerintah, dan KPAI. Sedangkan tahapan penilaiannya terdiri dari 4 tahap yaitu Penilaian Mandiri, Verifikasi Administrasi, Verifikasi Lapangan, dan Finalisasi.

Penghargaan KLA kementrian PPPA terdiri dari 5 kriteria yaitu Utaman, Pratama, Madya, Nindya, dan KLA.  Diharapkan memalui penghargaan ini,  pemerintah Kabupaten/kota lebih terpacu untuk meningkatkan perhatian terhadap pemenuhan hak anak di lingkungan masing-masing.

baca juga : Mengatur Jarak Kelahiran Anak

Berikut ini adalah Kabupaten/Kota pemenang penghargaan Kab/Kota Layak Anak:

Peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak kategori Utama:

  1. Kota Surabaya
  2. Kota Surakarta

Peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak kategori Nindya:

  1. Kota Denpasar
  2. Kabupaten Gianyar
  3. Kota Padang
  4. Kota Magelang
  5. Kota Depok
  6. Kabupaten Bogor
  7. Kabupaten Sleman
  8. Kota Yogyakarta
  9. Kota Bandung
  10. Kabupaten Tulungagung
  11. Kota Sawahlunto

Peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak kategori Madya terdapat 51 pemenang, dan Peraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak kategori Pratama 113 kota.

Apakah kota Anda masuk dalam salah satu penerima penghargaan ?

Jika masih belum beruntung mendapatkan penghargaan masih bisa tahun depan. Yang pasti terus bersemangat dalam pewujudan hak anak, karena anak-anak Indonesia membutuhkan tempat yang layak untuk hidup.