Saya Masih Ingin Belajar Management Diri

Ilmu adalah bagian penting untuk kehidupan kita, sebagaimana para ustadz menyampaikan ilmu tanpa amal akan sia-sia dan amal tanpa ilmu juga percuma. Jadi kedudukan ilmu itu juga hampir sama pentingnya dengan amal.

Ilmu akan membuat manusia sukses di dunia maupun di akhirat nanti. Seseorang juga diwajibkan mencari ilmu sampai tidak ada batas waktu yang ditentukan. Seperti pepatah yang menyatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu tanpa ada batas jarak dan waktu.

Eh, prolognya kog jadi terasa serius banget ya, hehehe sebenarnya maksudnya biar terkesan jika ilmu itu memang beneran penting.

Lalu apakah saya juga masih mau menuntut ilmu ?

Jawabannya adalah iya.

Masih banyak sekali yang belum saya ketahui. Saya masih harud belajar tentang ini dan itu untuk menaikan taraf kehidupan saya.

Lalu ilmu apa yang sangat ingin di pelajari  ?

Jujur saya menginginkan belajar tentang ilmu Management Diri. Saya merasa bahwa pribadi ini cenderung aktif dan mau mengerjakan banyak hal. Suka tantangan baru dan bersemangat untuk aktivitas yang banyak. Pikiran saya yang liar dan imajinasi saya seolah tidak membiarkan tubuh saya untuk tetap diam. Oleh karena itu saya perlu tau ilmunya memanagement diri

baca juga : Pengalaman ikut kuliah online di Ibu Profesional

Management diri ada banyak hal antara lain meliputi 3 hal ini :

  • Management waktu
ilustrasi time management

Seperti yang kita ketahui bahwa waktu yang dilewati manusia itu terbatas. 1 hari ada 24 jam. Ini jika tak pandai mengatur pasti akan merasa kurang untuk seluruh aktivitas. Namun jika sudah bisa management waktu semua aktivitas akan terselesaikan semua dengan porsi yang telah disesuaikan. Say aingin belajar management waktu untuk kehidupan saya, mengatur waktu untuk keluarga, waktu untuk diri sendiri dan waktu untuk mencari ridho Allah.

  • Management emosi

Emosi juga bagian tersulit yang belum bisa saya taklukan. Mengatasi emosi sendiri yang kadang masih labir. Kemudian emosi terhadap pasangan dan terhadap anak. Ini perlu saya pelajari juga lebih mendalam karena saya ingin semua orang yang mengenal saya ataupun berinteraksi dengan saya merasa nyaman serta tidak terganggu dengan emosi negatif saya. Saya ingin selalu menunjukkan emosi positif kepada setiap orang. Nah ini perlu belajar lebih keras lagi sepertinya.

  • Management pikiran

Management pikiran ini maksudnya adalah bagaimana saya mengatur pikiran saya untuk mengatur semua aktivitas saya. Jadi sebagai seorang ibu haruslah bisa multitasking ya, mikir ini dan itu. Disela itu saya juga ingin selalu bisa menunjukkan atau mengalirkan passion saya sebagai diri sendiri. Saya yang memiliki banyak hobi pastinya menginginkan banyak hal. Nah keinginan dan pikiran-pikiran saya ini harus diatur supaya benar-benar bisa diaktualisasikan dengan baik.

Bagi saya Management Diri itu sangat penting untuk dipelajari karena kalo bukan diri kita sendiri yang peduli, lantas siapa lagi. Seserang akan bisa menjadi teladan yang baik saat dia sudah bisa mengatur dirinya sendiri. Nah saat itu lah saya harus segera bisa mengatur diri sendiri supaya menjadi teladan bagi anak-anak saya nantinya.

Lalu bagaimana belajarnya ?

Belajar ilmu management diri ini tak semudah belajar ilmu matetatika yang sudah pasti hasilnya. Ilmu management diri memerlukan proses pembelajaran yang panjang serta adanya pengaplikasian dalam kehidupan nyata jika ingin sukses dan tau hasilnya.

Ilustrasi untuk sukse yang banyak rintangannya

Saya ingin belajar ilmu management diri ini dari lingkungan, dari orang lain dan dari beberapa komunitas pengembangan diri. Sepertinya saya akan dapat materi ilmu ini setelah saya mengikuti Ibu Profesional.

Dengan cara mengamati dan belajar dari orang lain pun bisa mendapatkan ilmu management diri ini. Jadi saya tau si A dengan aktifitas sedikit hasilnya seperti apa dan si B yang aktifitasnya banyak hidupnya jadi seperti apa. Cara seperti ini menurut saya lebih ampuh untuk mendapatkan ilmu management diri.

Karena management diri ini adalah ilmu yang harus dipraktikkan, maka sikap saya dalam menuntut ilmu nanti ya memang harus membuka diri terhadap semua informasi terkait pelajaran hidup. Serta benar-benar ikhlas untuk menyelesaikan sampai saya bisa mengatur diri saya secara baik.

Kelihatannya yang saya inginkan ini ya susah-susah gampang ya, tetapi harus dilakukan dan dicoba.

I will try to be my self dan selalu berusaha jadi yang lebih baik

Karena jika saya bisa mengatur diri sendiri dengan baik saya akan mampu mengatur keluarga saya supaya bahagia bersama.

Disclaimer : artikel ini dibuat sebagai tugas dari Nice Home Work 1 dikelas Matrikulasi Ibu Profesional batch 6

7 comments

  1. Sebenarnya management waktu sudah diajakarkan melalui sholat, begitu juga management emosi lewat sabar. Sabar dan sholat sering banget ya dengernya? Sayangnya kita sebagai muslimah kurang begitu tanggap bahwa begitulah cara Allah mengajari kita untuk bisa memanage waktu dan emosi kita. Wallahua’lam.
    Nice post, mba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.