Resolusi Tangguh untuk Tahun 2018.

Tret..tret..teroret… suara terompet tanda tahun baru 2018 sepertinya sudah mulai ramai ditiup di jalan-jalan pagi ini. Memang ini masih belum penghujung tahun, namun para pedagang terompet sudah sibuk menjual dan membuat terompet yang kebutuhannya akan melonjak 100 kali lipat saat pergantian tahun nanti. Pedagang kembang api pun tidak mau kalah, semua memanfaatkan moment tahun baru ini untuk mencari berkah dan keuntungan lewat barang dagangan mereka.

Ritual menjelang tahun baru mulai disiapkan di mana-mana, dan tidak lupa pula berbagai resolusi dan wish list setiap orang seakan bertebaran di angkasa dengan penuh harap semoga tahun 2018 bisa terwujud. Begitu juga dengan saya yang tidak mau ketinggalan moment seperti tahun sebelumnya yang menuliskan beberapa wish list dan resolusi untuk diwujudkan nantinya. Ini Wish List tahun 2017 Alhamdulillah sebagian terwujud dan ada yang tidak terwujud pula.

Tahun 2018 ini saya akan buat resolusi yang lebih mengarah untuk perbaikan diri secara personal untuk meningkatkan kualitas pribadi. Karena itu lebih sulit dari pada pencapaian suatu keinginan untuk mendapat barang. Namun sebelum itu, saya ingin sedikit cerita flash back moment apa saja yang saya alami di tahun 2017 untuk pedoman membuat resolusi baru di tahun ini.

Tahun dibuka dengan hadiah manis karena lahirnya seorang baby boy yang lucu dan menggemaskan. Tentunya ini juga menjadi babak baru bagi saya sebagai seorang ibu. Pengalaman pertama mengurus bayi sendiri dengan tetap kekeh menyusuinya itu memang luar biasa. Ditambah lagi drama baby blues syndrome juga menyerang saya. Sudah pasti secara mental dan fisik saya harus kuat menjalaninya.

Karena dirasa tak kunjung hilang trauma dan baby blue syndromen, akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung ke Ponorogo dengan membawa bayi umur 1 bulan ini. Tekakan hidup dengan mertua membuat saya seakan ingin kabur dari rumah saya sendiri. February yang harusnya menjadi indah karena tanggal ulang tahun saya, berubah menjadi hari-hari kelam penuh tangis dan drama baby blues.

Ada harapan baru di bulan Maret, pikir saya begitu saat waktu cuti hamil 3 bulan saya habis. Semangat untuk memulai hidup baru mulai ada, namun memang rencana tak seindah rencana. Maret ini pun juga mendung karena saya mendapat telephon dari kantor bahwa ternyata saya tidak dibutuhkan lagi untuk bekerja di perusahaan itu. Rasanya seperti tersambar petir saat tak ada hujan, bingung dan gundah menyelimuti hati dan pikiran. Bagaimana tidak ? sumber penghasilan utama saya tiba-tiba hilang padahal tanggungan kebutuhan sehari-hari meningkat. Belum lagi cicilan rumah yang besarnya 1 kali gaji suami itu pun harus kami penuhi.

Baca juga :  Aktifitas #SwitchableMe dengan Switch Alpha 12

Sempat merasa down tetapi yang namanya rejeki pasti selalu ada lewat pintu mana saja pasti. Sesimple itu pemikiran saya. Alhamdulillah kami bisa melalui April dengan baik karena tertolong dengan carinya uang jamsostek. Paling tidak ada secerca harapan untuk kembali tersenyum. Namun ujian seakan tidak lelah untuk mengujiku. Saya tumbang karena banyak pikiran dan terlalu kecapekan karena mengurus anak dan sering begadang.

Bulan Mei saya terkena typhus. Ujian sakit ini justru menguras banyak tenaga dan materi tentunya. Sekali lagi saya pun harus kuat menjalani ini. Berat badan yang turun drastis, dan sempat mencapai angka 49kg ini sungguh membuat kualahan, karena saat itu saya juga masih menyusui.  Tapi untungnya selama penyembuhan dari sakit, dokter merekomendasikan saya untuk mengkonsumsi Theragran-M sebagai Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.  Ini terbukti Alhamdulillah setelah seminggu tepar karena typhus, akhirnya saya segera sembuh dalam waktu yang cepat.

Juni ini berakir dengan indah karena saya diterima bekerja untuk suatu perusahaan telekomunikasi. Dengan gaji yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan juga membayar cicilan. Semangat baru, kebahagiaan menjadi saksi untuk Juli hingga November. Syukur selalu saya ucapkan agar nikmat sehat, kebahagiaan dan juga rejki ini selalu berkah untuk saya dan keluarga.

Samapai di bulan penghujung tahun. Desember yang seharusnya juga penuh keceriaan seakan tidak mau menyapa saya. Cuaca buruk dan kecapekan membuat saya akhirnya tumbang dan sakit lagi. Yang spesial lagi, kita sekeluarga sakitnya rombongan dan bergilir, udah macam piala bergilir saja penyakit ini. Awalnya saya pilek, batuk demam selama seminggu kemudian setelah saya sembuh anak saya diare dan demam. Dan sepertinya suami juga ingin kebagian giliran penyakit juga. Namun suami dapat penyakit yang lebih parah yaitu tukak lambung sampai-sampai BAB suami berdarah.

Baca juga :  Butuh Handphone Canggih, Pilih Lenovo Moto E3 Power

  

Dengan kejadian ini kami seakan diingatkan kembali bahwa nikmat sehat itu memang luar biasa. Karena kondisi suami saat itu tergolong kritis karena diare dan BAB berdarah yang terus menerus akhirnya saya segera membawanya ke dokter. Setelah mendapatkan pengobatan secara intensif Alhamdulillah suami saya sembuh. Lagi-lagi saya menggunakan Theragran-M untuk membantu pemulihan kondisi tubuh setelah sakit.

Pengalaman satu tahun ini, kini membuat saya belajar bagaimana saya seharusnya bersikap dan selalu tangguh untuk menjalani semua scenario kehidupan ini. Tahun ini saya mempunyai resolusi yaitu TANGGUH (Tepat waktu, Amanah, dan bersungguh-sungguh) untuk tahun 2018.

Belajar Tepat Waktu

Resolusi ini terlihat gampang sepertinya, namun sulit untuk diwujudkan secara konsisten untuk saya. Oleh karena itu saya membuatnya sebagai salah satu tujuan yang harus saya lalukan untuk tahun 2018. Tepat waktu ini memang global, namun saya ingin dan terpacu untuk selalu tepat waktu dalam hal apapun. Tepat waktu untuk beribadah, supaya rejeki semakin lancar dan berkah. Tepat waktu berangkat kerja, supaya tidak sering terlambat dan efeknya pasti juga akan baik untuk saya dan pekerjaan. Termasuk tepat waktu dalam mengerjakan tanggungan ngeblog, meski itu hanya hobi.

Jika saya mampu untuk tepat waktu dalam tahun 2018, saya yakin bahwa kehidupan akan lebih teratur. Dan untuk mengabulkan keinginan pencapaian suatu barang atau aktivitas akan lebih mudah. Banyak sekali manfaat tepat waktu ini. Tepat waktu saat makan dan istirahat, akan membuat badan sehat. Begitu juga meski saat sakit, saya juga harus tepat waktu untuk mengobatinya dan tentunya tepat waktu minum vitamin, supaya sakitnya jangan lama-lama.

Amanah dan Bersungguh-sungguh

Setiap aktivitas akan berhasil dan maksimal jika dilakukan secara amanah dan bersungguh-sungguh. Hal ini masuk dalam resolusi 2018 saya karena di tahun mendatang saya menginginkan kehidupan yang berkualitas.

Baca juga :  ACE Hardware, Helpful Place yang Super Lengkap

Amanah dalam menjalani hidup membuat saya lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.  Diharapkan tahun 2018 saya bisa amanah dalam mengurus anak, amanah dalam pekerjaan juga amanah dalam menjaga kesehatan. Supaya kejadian di tahun 2017 tidak terulang kembali.

Kenapa harus bersungguh-sungguh ? jawabannya adalah sebagai rasa syukur saat menjalani hidup, maka saya harus bersungguh-sungguh menjalaninya. Karena dengan begitu saya merasakan banyak nikmatnya hidup. Karena suatu aktivitas jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka hasilnya juga akan maksimal. Contoh simplenya, jika tahun depan saya ingin mempunyai Blog yang bagus dan mendapatkan penghasilan dari blog tersebut, secara otomatis saya harus membuat dan merawat blog dengan sungguh-sungguh.

Menurut saya, 3 resolusi saya di tahun 2018 yaitu Tepat waktu, Amanah, dan bersungguh-sungguh secara keseluruhan akan membuat saya menjadi tangguh sebagai seorang wanita dan seorang ibu. Dengan 3 resolusi tersebut apabila saya mampu konsisten menjalankannya pasti semua wish lish dan keinginan ssya untuk pencapaian di tahun 2018 akan dapat terwujud.

Bagaimana dengan Anda ? sudah kan membuat resolusi untuk tahun 2018 ?

Jadikan resolusimu sebagai pengingat untuk selalu memperbaiki diri. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang selalu memperbaiki diri untuk hari ini dan masa mendatang

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

37 comments

  1. Saya sempat tumbanb kena thypus dan dbd berbarengan mba, total 3 minggu mangkir dari kantor. Sungguh kesehatan itu mahal harganya ya.. hiks. Salut buat mba Ike yang tetap tegar di tengah badai ujian. Keep up the good work, Mbak!

  2. Tangguh, ini rencana nama anakku nanti loh mbak, wkwkwk. Semoga tahun 2018 menjadi tahun pencapaian atas semua effort di tahun 2017 ya, akan selalu ada pelangi setelah hujan 🙂

  3. Saya jadi semangat untuk menjadi lebih baik lagi setelah membaca resolusinya Mbak 😀 Memang harus bersungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal ^^ Semangat terus Mbak, dan sukses untuk blog nya 😀

  4. Quote yang terakhir itu ngena banget Mbak 😀 Sebaik baiknya manusia adalah yang selalu memperbaiki dirinya 😀 Jadi gak boleh gampang puas dan terus berusaha ^^

Leave a Reply to Ida Tahmidah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.