Pengalaman Menghadapi Anak Alergi

Pengalaman Menghadapi Anak Alergi

Sebagai seorang ibu, saya pun juga sama seperti kebanyakan ibu yang menginginkan tumbuh kembang anak secara normal tanpa ada masalah. Menghadapi si kecil Alfan yang usianya menginjak 1 tahun 6 bulan ini memang terasa susah-susah gampang semenjak dokter menyatakan dia alergi terhadap susu sapi. Pengalaman ini saya tulis untuk para bunda sebagai wujud kepedulian saya untuk mendukung World Alergy Week. Serta agar para bunda memilih nutrisi tambahan yang tepat untuk si kecil yang mempunyai alergi.

April 2018 lalu menjadi bulan yang tak pernah saya lupakan. Di tengah masa pertumbuhan Alfan yang sedang gemar-gemarnya berjalan, tiba-tiba anak itu harus tertidur lemas selama beberapa hari di rumah sakit. Masalah pencernaan yang menjadi fokus utama diagnosa dokter yang akhirnya merujuk pada hasil yang menyatakan bahwa si kecil Alfan tidak mampu mencerna laktosa dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang panjang. Keadaan ini bisa juga disebut alergi susu sapi.

Saat Alfan dirawat di Rumah Sakit akibat adanya indikasi alergi susu sapi

baca juga : Setahun Bersamamu, Penyempurna Kebahagiaan Bunda

Kecewa, patah hati meliputi rasa kegundahan saat itu karena sebagai ibu saya merasa gagal untuk memberikan ASI Ekskusif selama 2 tahun kepada Alfan. Semenjak usia 1 tahun, saya memutuskan untuk memberikan tambahan nutrisi kepadanya dengan menggunakan susu pertumbuhan disamping konsumsi ASI nya yang semakin menipis. Awal pemberian susu pertumbuhan atau sufor memang tidak terjadi masalah serius. Ketika sudah masuk 3 bulan, Alfan sering sekali diare. Hampir setiap bulan Alfan selalu diare. Sudah coba untk mengganti merk sufor, namun hasilnya juga sama saja. Awalnya baik-baik saja lalu di bulan ke 2 dan seterusnya selalu diare.

Saat itu bulan ke 6 pemberian susu formula, tib-tiba Alfan diare hebat dan muntah yang disertai ruam di beberapa bagian kulit tubuhnya. Saat diberikan susu, perutnya kelalu kembung seperti ada gas yang tidak bisa keluar.

Tak menunggu terlalu lama lagi, saya langsung membawa Alfan ke Rumah sakit terdekat. Diagnosa awal hanya diare saja, ternyata setelah di cek laboratorium diarenya sampai ada bercak darah. Dari hal itu, dokter spesialis anak mengungkapkan ada kemungkinan Alfan alergi susu sapi.

Tentang Alergi

Setelah doker spesialis anak mengungkapkan adanya identifikasi alergi susu sapi pada si kecil Alfan, jujur saya tidak langsung percaya. Pencarian informasi terhadap sebab dan solusi alergi ini terus saya lakukan. Mengapa saya lakukan ini ? karena saya yakin, bahwa alergi akan hilang jika benar-benar diketahui sebabnya. Saya terus menggali sebab kemungkinan alergi pada Alfan supaya mendapatkan penanganan yang benar.

Sejalan dengan World Allergy Week tahun ini yang lebih fokus tentang Dermatitis Atopik atau Eksim. Dermatitis Atopik merupakan penyakit radang kulit yang tidak menular dan bisa kambuh secara berkala, tapi juga bisa mencapai titik kronis. Umumnya, episode pertama terjadi sebelum Si Kecil berusia 1 tahun, yang selanjutnya bisa hilang dan timbul kembali.

Jadi jika alergi tidak diatasi, maka akan timbul penyakit seperti Dermatitis Atopik, hanyalah gejala awal alergi dan kondisinya bisa memburuk yang dikemudian hari bisa muncul penyakit alergi lain seperti asma dan rinitis alergi.  Walaupun Dermatitis Atopik ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah.

Penyebab Dermatitis Atopik memang belum seluruhnya dapat dikenali, namun 50% penyemabnya bisa jadi karena faktor lingkungan sekitar dan pencetur alergi yaitu dari makanan. Ada 8 makanan utama yang dianggap bisa mencetus alergi atau yang umumnya dikenal sebagai The Big 8, yaitu, susu, telur, ikan , jenis makanan laut tertentu seperti udang misalnya, gandum, serta kacang-kacangan.

Menurut Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI menjelaskan bahwa pencetus alergi paling umum dengan angka kejadian yang mencapai 2 hingga 7.5% yang mana 0.5% terjadi pada Si Kecil adalah alergi susu sapi.  Cara mencegah alergi bisa dilakukan dengan pengenalan makanan secara bertahap. Ini bisa dilakukan pada saat anak sedang Mpasi. Ibu diharapkan memberikan beberapa jenis makanan berbeda-beda supaya dapat mengetahui reaksi tubuh si kecil. Misal, mpasi seminggu pertama diberikan telur, kemudian seminggu selanjutnya diberikan ikan, sambil diamati apakah terjadi reaksi dari tubu seperti tanda-tanda alergi. Permasalahan alergi susu dapat diatasi dengan memberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial.

Morinaga Childkid Soya

baca juga : Konferensi Ayah Bunda Platinum 2017 Surabaya, Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini

Morinaga Allergy Solution

Sejalan dengan itu, PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang memiliki proragm Morinaga Allergy Solution sebagai salah satu solusi untuk alergi si kecil. Dengan memastikan si kecil tetap mendapatkan nutrisi terbaik tanpa khawatir akan adanya ancaman alergi. Menurut hasil survey, tenyata 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan Childkidsoya untuk memenuhi  kebutuhan nutrisi anaknya yang alergi.

Alfan suka sekali minum Childkid Soya

Dari pengalaman pribadi saya juga merasakan adanya perbedaan setalah si kecil Alfan mengkonsumsi Chilkidsoya. Karena childkidsoya lebih creamy dibanding susu soya yang lain, jadi efeknya berat badan si Alfan makin manteb. Ini jelas menjadi bukti kenapa saya percaya dan merekomendasikan Childkid soya.

Perlu diketahui untuk para ibu-ibu bahwa  Morinaga Allergy Solution terdiri dari tiga keunggulan antara lain sebagai solusi nutrisi bagi si kecil penderita alergi susu. Keunggulan kedua adalah tidak hanya untuk nutrisi balita sja, namun morinaga menyediakan nutrisi untuk sikecil sampai dengan usia 12 tahun. Selain itu menggabungkan sinergi tepat yang meliputi Brain Care, Body Defense dan Body Growth.

Peran Morinaga dalam memperingati World Allergy week 2018

Pentingnya masalah pengetahuan terhadap alergi ini memotivasi morinaga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan orang tua terhadap cara mengatasi alergi. Kegiatan konkrit berupa program parenting seminar skala nasional yang dilakukan Kalbe Nutrition di banyak rumah sakit di 5 kota besar di Indonesia. Selain itu, Morinaga juga menyediakan fasilitas konsultasi gratis dengan dokter di website www.cekalergi.com, untuk mempermudah orang tua dalam mendeteksi dini masalah alergi pada si kecil.

Awal mengetahui adanya alergi pada si Alfan, saya rajin baca dan belajar di www.cekalergi.com,  karena menurut saya informasi di sana lebih lengkap dan jelas. Selain itu adanya sumber langsung dari dokter membuat saya sebagai seorang ibu tidak was was terhadap kebenaran informasinya.

Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals, mengungkapkan bahwa : “Tujuan dari program bunda Morinaga adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami, mengenal dan mencarikan solusi terhadap alergi si kecil, serta memberikan dukungan kepada setiap bunda agar lebih mandiri karena morinaga percaya di balik si kecil yang multitalenta terdapat bunda morinaga yang hebat.”

Jadi merasa sangat berterima kasih kepada Morinaga karena merasa di perhatikan sekali dengan adanya program-programnya beserta produk childkid soya. Banyak inovasi dari morinaga untuk nutrisi anak yang berkualitas. Inovasi unggulan dari Morinaga yaitu Formula Platinum, dengan sinergi nutrisi lengkap yaitu untuk Kecerdasan Multitalenta (Brain Care), Pertahanan Tubuh Ganda (Body Defense) dan Tumbuh Kembang Optimal (Body Growth) untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia menjadi Generasi Platinum.

Bagi para bunda yang tidak mu ketinggalan informasi mengenai Morinaga silakan cek di beberapa akun sosial medianya berikut :

Facebook : @morinagaplatinum (https://web.facebook.com/morinagaplatinum)

Twitter :    @MorinagaID (https://twitter.com/MorinagaID)

Instagram : @Morinagaplatinum (https://www.instagram.com/morinagaplatinum/)

website : http://www.morinagaplatinum.com/

Salam semangat untuk para bunda semuanya, ingatlah bahwa alergi itu harus dicari akarnya supaya dapat dihindari dan disembuhkan. Karena jika kita sudah mengenali penyebab alergi, maka kita akan dapat mengendalikan agar alergi tak datang lagi.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.