Pilih Nabung atau Investasi

Centung centung notifikasi SMS berbunyi.

“Transfer payrol PT xxx dan seterusnya”

Alhamdulillah sudah gajian, yeayy hati sumringah membaca SMS cinta yang selalu ditungguin tiap bulan. Sumringahnya selalu dibarengi dengan pikiran wah udah gajian nanti bisa belanja ini dan itu.

Eits, ada yang seperti saya gak ? atau para pembaca sekalian udah pada pinter ya, gak tergoda dengan rayuan hawa nafsu belanja dan diskon.

Jujur, saya ini masih dalam masa belajar untuk menjadi bendahara keluarga yang baik dan bisa mengatur keuangan secara sehat. Makanya masih perlu banyak belajar sana-sini tentang bagaimana mengatur keuangan.

Mayoritas ibu-ibu termasuk saya, seneng nih kalo ada uang nganggur di rekening, pasti ada aja yang mau dibeli. Tapi sebagai ibu yang baik saya juga harus bisa mengontrol ego dan nafsu saya saat berbelanja.

baca juga : 5 Ciri Mama Millennia Jaman Now, Apakah Anda Termasuk dalam Kategorinya ?

Emang bisa ??

Saya mencoba lakukan ini, jadi belanja sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai dengan keinginan. Godaan diskon memang sering menjerat isi dompet namun jika fokus akan barang berdasarkan kebutuhan bisa jadi tak akan tergoda dengan embel-embel diskon.

Eh sudah dulu ya bahas belanjanya, ntar jadi kepingin ini dan itu. Yuk kita bahas gimana caranya save money.

Selama ini udah pada mikirin hari tua belum sih ? wes gak usah lama-lama deh, udah mikir keuangan jangka 5 tahun kedepan ?

Hemp,,, kalo saya sih belum sepanjang itu planningnya ya, karena masih banyak tanggungan. Duh tapi itu harus dipirkan loh, paling tidak ada tabungan lah, jadi ntar kalo terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kita siap.

Kopdar Investarian 

Ini seperti membuka dapur rumah sendiri ya, eh tapi gak apa karena ini shared ilmunya, jadi saya masih bingung mau nabung atau investasi. Jujur keduanya juga pernah saya lakukan namun selalu gagal tengah jalan. Saya pikir karena saya yang kurang ilmu tentang bagaimana mengelola keuangan yang baik. Eh ternyata benar, setelah mengikuti acara Kopdar Investarian sabtu 28 juli 2018 kemarin saya baru paham tentang itu semua.

baca juga : Tips Mengatur Keuangan Untuk Pasangan Muda

Sebelumnya kita bahas Inflasi dulu ya, Inflasi adalah kenaikan harga barang ditahun yang akan datang. Gampangnya gini loh, kalo sekarang harga emas 1 gram itu Rp. 450.000,- misalnya, bisa jadi tahun depan harga emas naik jadi Rp. 500.000,- 

Nah sudah paham inflasi kan, karena semua barang pada dasanya akan naik harganya.  Tetapi apa gaji kita akan terus naik ? nah kan jadi mikir juga kan. Inflasi akan terus naik, sedangkan penghasilan belum tentu naik. Lalu bagaimana kita mensiasatinya, tentu dangn save money.

Mari kita mengamankan uang

Tabungan adalah menyimpan uang yang akan dimanfaatkan diwaktu yang akan datang.

Investasi adalah menyimpan uang yang akan dimanfaatkan diwaktu yang akan datang dengan tujuan mengalahkan inflasi.

Jelas ya, dari pengertiannya bahwa beda tabungan dengan investasi adalah pada point mengalahkan inflasinya. Dengan menabung uang akan aman, dan jumlahnya tetap. Namun dengan investasi, uang akan digunakan atau diputer sehingga akan terdapat keuntungan.

Jadi gimana gengs, mau pilih tabungan atau investasi untuk masa depan nanti.

Pasti dari kalian juga banyak yang akan bertanya, bagaimana cara berinvestasi ? terus gimana cara memilih investor, nanti takut rugi atau apalah. Wajar kalo pertanyaanya seperti itu, berarti sudah ada keinginan berinvestasi namun blum tahu harus bagaimana.

Jadi setelah belajar dari pak Legowo presdir Manulife reksadana kemarin. Bahwa untuk berinvestasi ada banyak macam caranya. Ada yang dengan emas dan antam, ada yang dengan properti, adapula dengan tanah. Namun kenaikan inflasinya juga tidak terlalu tinggi dan semuanya butuh modal besar.

Pak Legowo Presdir Manulife

Yang gak punya modal seperti saya gimana dong pak ? masa gak bisa berinvestasi

Ternyata kita bisa berinvestasi juga loh meski tidak punya modal besar. Caranya dengan reksadana. Waduh apalagi ini reksadana, tenang ya ibu-ibu bapak-bapak ambil nafas dulu, pelan-pelan aja belajarnya biar gak muntah hehe.

Jadi reksadana itu ibarat arisan tapi nilainya bebas, dan uangnya dikumpulin untuk dikelola. Nah yang mengelola namanya manager investasi. Contohnya manulife reksadana. Canggihnya manulife reksa dana ini udah ada aplikasi onlinenya loh yaitu klikmami.com  jadi tinggak klik klik aja di manapun berada.

Kenapa harus memilih reksadana

Karena reksadana itu fleksible, aman dan bisa dicairkan kapanpun. Selain itu reksadana bukan merupakan objek pajak. Jadi hasil dari keuntungan investasi reksadana tidak akan dikenakan pajak.

Nah mau tau secara detail tentang reksadana ? nantikan blog post saya selanjutnya ya. Kita akan bahas lebih detai. Sekarang cukup tentang ilmu tabungan dan investasi aja dulu biar gak pada mabuk.  Kira-kira udah ada bayangan kan mau memilih apa untuk hari tua nanti.