Milestone Perjalanan Memperbaiki Misi Hidup

Setelah beberapa minggu ini dibuat termehek-mehek dengan materi-materi dari matrikulasi IIP. Kini hati makin matab untuk memutuskan lebih fokus dalam menemani dan mendidik si kecil. Setelah sering tertampar-tampang dengan pernyataan bahwa “ibu harus sering menemani si kecil untuk mendidiknya”, seketika langsung ingin memeluk anak dan bilang maafin mama ya dek, belum bisa selalu menemani secara optimal.

Fokus kini seolah berubah menjadi fokus untuk anak dan keluarga. Jika sebelumnya saya ingin belajar mengenai Management diri kini semakin besar semangat untuk bisa menakhlukan dan management diri sebaik mungkin demi anak dan keluarga.

baca juga : Saya Masih Ingin Belajar Management Diri

Tujuan saya belajar management diri adalah untuk bisa memanagement waktu karena saya harus mengatur segala aktivitas domestik, luar domestik dan aktivitas bersama keluarga dan si kecil. Semuanya harus seimbang dan mendapatkan porsi yang tepat.

Selain management waktu, ternyata emosi juga sangat penting untuk diatur, apalagi untuk yang sudah berkeluarga. Bagaimana pun keluarga itu adalah tempat menyatukan emosi yang berbeda-beda dari masing-masing anggota. Jika tidak diatur dengan baik, pasti akan sering terjadi cekcok dengan suami ataupun anak.

Sebagai salah satu cara untuk belajar maanagement diri adalah adanya checlist aktivitas diri sendiri. Saya sudah belajar mendisiplinkan diri saya sendiri dari hal-hal simple seperti membuat jadwal kegiatan sehari-hari, membuat checlist my to do, ataupun checlist keuangan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menjaga fokus dan target terhadap apa yang kita lakukan.

Dari hal-hal kecil di dalam kehidupan maka akan membawa dampak besar. Saya tidak bermimpi untuk merubah dunia, tapi mimpi saya adalah merubah peradaban dari keturunan dan keluarga kecil saya. Dari lingkup paling kecil yang akan saya perbaiki tentunya akan berpengaruh bagi banyak orang pula. Dengan beberapa hobi saya, yaitu menulis saya ingin memberikan manfaat untuk orang lain pula. Karena saya ingin pengalaman saya juga bisa menjadi gambaran dan manfaat bagi orang lain.

Untuk memperbaiki dan mencapai misi hidup, tentunya ada beberapa ilmu pendukung yang harus dikuasai. Ada beberapa ilmu yang ingin saya kuasai sebagai pendukung dalam upaya menjadi ibu teladan.

  1. Ilmu mendidik anak : ilmu ini sering di sebut parenting dan ini sangat penting bagi saya karena memang saya baru saja menjadi seorang ibu dan saya tidak mau anak-anak saya tidak mendapatkan pendidikan terbaik dari ibunya. Sebagaimana disebutkan bahwa madrasah terbaik bagi anak adalah ibunya.
  2. Ilmu management diri : sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya bahwa saya perlu memanagement diri saya dengan baik. Supaya saya dapat mengatur waktu, emosi, dan sikap saya terhadap anak dan suami.
  3. Ilmu wirausaha : agar dapat menemani anak di rumah dan memiliki banyak waktu luang, saya harus belajar berwirausaha supaya dapat menciptakan sumber rejeki di rumah sendiri.
  4. Ilmu menjadi ibu seutuhnya dengan kekuatan sabar dan ikhlas. Serta supaya yang saya lakukan dan saya perjuangkan untuk menjadi seorang ibu profesional di berkahi dan mendapat ridho Allah.

Wah, banyak ya ilmu yang harus dikuasai untuk menjadi seorang ibu sejati dan ibu profesional. Tentunya tidak ada kata terlambat untuk belajar asalkan ada kemauan.

Untuk mengukur keberhasilan dalam belajar, perlu ditetapkan target dan waktu / jam terbang untuk menjadi ahli. KM0 saya adalah saat ini sejak usia 28 tahun. Semoga gak terlambat ya, sebelum lebih tua nantinya, takutnya kemampuan belajar menjadi menurun. Maka dari itu harus disegerakan untuk belajar ilmu kehidupan.

KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Mendidik Anak
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Management Diri
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Wirausaha untuk lebih Produktif di Rumah
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Ibu sejati dengan kesabaran dan keikhlasan mencari ridho Allah.

baca juga : Pengalaman ikut kuliah online di Ibu Profesional

Dalam prosesnya pasti sangat sulit, saya harus membuat banyak sekali checklist dan program belajar sendiri agar proses belajarnya bisa mencapai target. Yang bisa saya lakukan sekarang ya berusaha sebaik mungkin mengerjakan semua yang telah ditulis di checklist sedangkan sisanya biar pengalaman menjadi seuah pembelajaran karena tak perlu menjadi ahli terlebih dahulu untuk menyelesaikan suatu ilmu kehidupan, hanya berusaha melakukan terbaik dan terbaik lagi.

Disclaimer : artikel ini merupakan tugas Nice home work (NHW 4) dalam program matrikulasi IIP

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.