Cara Menaikkan Berat Badan Anak

Hal apa sih, yang membuat Anda paling stres saat mengurus buah hati tersayang? Kebanyakan orang tua mungkin akan menjawab bahwa menaikkan berat badan anak adalah hal yang sulit dilakukan. Ya, berat badan anak seringkali jadi masalah terseniri untuk para orang tua termasuk saya juga merasakan seperti itu. Terlebih lagi banyak sekali ibu lain yang suka membandingkan berat badan anaknya dan menilai kalau anak yang kurus berarti tidak sehat. Padahal tidak selalu demikian ya, sebab pada dasarnya setiap anak memiliki bentuk tubuh berbeda-beda sehingga tidak bisa disamaratakan bahwa anak yang kurus berarti tidak sehat.

Suatu hari saat saya sedang mengikuti kegiatan posyandu di balai RW dekat rumah, ada beberapa ibu-ibu bilang ke saya. “Bu, anaknya kurus sekali ya, sepertinya kurang gizi si Alfan ini” ungkap seorang ibu sambil mencatat berat badan Alfan yang memang sedang turun. Seketika hati mama terpotek-potek mendengar kata-kata itu dan merasa seperti tidak bisa mengasuh anak dengan baik.

Beart badan Alfan yang sudah ideal

Untuk mengetahui sehat tidaknya buah hati, jangan hanya melihat dari bentuk tubuhnya namun hitung berdasarkan usia dan tinggi badannya. Ada anak yang terlihat kurus namun sebenarnya memilliki berat badan ideal. Anda juga harus mengubah pemikiran bahwa anak yang gemuk sudah pasti sehat. Sebab senenarnya kegemukan bukanlah hal yang baik, karena bisa menimbulkan resiko gangguan kesehatan pada anak di kemudian hari. Maka dari itu, jangan membebani anak dan memaksanya makan hanya karena Anda sebagai orang tua merasa anak memiliki tubuh yang lebih kurus dibanding anak-anak lain seusianya.

Untuk menaikkan berat badan anak, ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti berikut ini:

Makan dengan jadwal yang teratur

Kalau Anda memiliki anak yang susah makan, tetap penting membuat jadwal makan untuknya. Jadwal makan ini juga harus konsisten dan sama setiap harinya, sehingga tubuh anak akan terbiasa dan lama kelamaan ia pun bisa makan dengan rutin. Untuk anak dalam masa pertumbuhan, normalnya ia makan 6 kali sehari yang terdiri dari 3 kali makan besar dan 3 kali mengonsumsi camilan. Kalau anak juga masih minum susu, maka porsi camilan bisa dikurangi. Cobalah mengkomunikasikan jadwal makan anak dengan pasangan atau mungkin pengasuhnya sehingga bersama siapa pun, anak tetap bisa memiliki jadwal makan yang konsisten.

Seperti yang saya terapkan kepada si kecil Alfan, dengan jadwal makan yang tetap dan makan 3 kali dalam sehari serta camilan buah. Ini yang menjaga berat badan Alfan lebih ideal saat ini.

Tambah porsi makan anak

Nah, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan berat badan anak adalah dengan menambah porsi makannya. Kalau selama ini anak selalu menghabiskan makanannya, bisa jadi perutnya sebenarnya masih bisa menerima makanan lainnya. Jadi Anda bisa menambah porsi secara bertahap dimulai dari yang memiliki gizi paling tinggi, misalnya saja lauk berupa daging atau ayam. Atau Anda juga bisa menambah porsi susunya. Jika selama ini susu disajikan di gelas berukuran kecil, Anda bisa memasukkannya ke gelas yang lebih besar.

Nyemil sehat dan bergizi bisa menambah berat badan anak

Berikan makanan tinggi kalori

Apabila anak termasuk tipe yang tidak bisa makan banyak, maka Anda bisa menaikkan berat badannya dengan cara memberikan makanan-makanan tinggi kalori. Dari mana Anda bisa tahu kalori sebuah makanan? Kalau Anda membeli makanan atau kue dalam kemasan, selalu ada label kalori di bagian belakang kemasan. Sedangkan kalau Anda membuat makanan sendiri di rumah, kalori tersebut bisa diketahui melalui beberapa aplikasi makanan sehat atau juga dengan mencari informasinya di Google. Semakin tinggi kalori makanan yang dikonsumsi buah hati setiap harinya, maka berat badannya juga akan lebih mudah naik.

Perbanyak minuman berkalori

Selain melalui makanan, anak-anak biasanya juga suka sekali mengonsumsi berbagai minuman manis. Hal ini tidak salah kok, sebab minuman manis juga mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga bisa membantu meningkatkan berat badan anak. Namun di sisi lain, pastikan minuman manis yang dikonsumsi adalah minuman sehat seperti susu atau jus buah dan bukan minuman-minuman dalam kemasan apalagi minuman berkarbonasi. Minuman semacam itu memang bisa meningkatkan berat badan anak, namun di sisi lain juga meningkatkan kadar gula dan lemak jahat yang berbahaya untuk kesehatannya.

Tambahkan makanan-makanan yang kaya lemak baik

Anak membutuhkan lebih banyak lemak untuk meningkatkan berat badannya. Tapi bukan berarti Anda bisa menggunakan sembarang lemak seperti makanan yang digoreng, ya. Lemak yang baik untuk anak berasal dari bahan nabati seperti kacang-kacangan, alpukat, dan juga minyak zaitun. Anda bisa mencampurkan bahan-bahan tinggi lemak ini ke dalam makanan dan memberikannya secara rutin kepada buah hati. Jangan lupa juga mengimbanginya dengan bahan makanan lain supaya kebutuhan gizinya bisa tercukupi dengan baik.

Hindari memaksa anak untuk makan                                 

Sama halnya seperti orang dewasa yang kadang merasa malas makan, anak-anak juga ada kalanya mengalami kondisi yang sama. Karena itu, cobalah untuk tidak memaksakan makan kepada anak karena saat ia lapar, tentu ia akan meminta makan dengan sendirinya. Dengan memaksa anak makan, maka ia akan merasa makan buaknlah  hal yang menyenangkan dan justru menghindarinya. Maka dari itu, berikan contoh yang baik dengan tidak terlalu memaksanya makan dan memberikannya lebih banyak pilihan menu untuk dicoba.

Setiap orang tua memang pasti ingin anaknya lebih sehat dan salah satunya dilakukan dengan menaikkan berat badan anak. Tapi pahami juga kalau banyak hal lain yang penting untuk diperhatikan terutama kebahagiaan dan kesehatan psikis anak, sehingga jangan pernah memarahinya karena makana apalagi menghukumnya karena tidak mau makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.