Mas, aku Kangen Liburan

Mas, aku Kangen Liburan, pengen sekali mengungkapkan kata-kata itu kepada suami tercinta. Semenjak menikah sampai tahun ke 2 ini sepertinya kami tak pernah lagi liburan. Kehidupan kami selalu sibuk dengan rutinitas yang bisa jadi membosankan. Berangkat kerja di pagi hari dan pulang di malam hari. Ditambah lagi jika weekend saya dan suami sudah jarang bertemu karena jam kerja kami yang berbeda. Pembagian waktu kerja secara shift membuat kami sulit sekali untuk bertemu.

Ibarat kata kita serumah tetapi rasa LDR. Kami menghabiskan waktu bersama pun selalu dengan kegiatan yang simple dan tak menghabiskan banyak energi. Karena kami berusaha untuk menemani si kecil dan menikmati waktu di rumah.

Tiba-tiba hari ini pun rasa baper menyelimuti hati ini setelah saya menerima berita dari teman sepermainan. Mba ode namanya, dulu kami sering traveling bersama. Bahagia rasanya bisa ngobrol lagi dengannya meski hanya lewat aplikasi whatsapp. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir begitu saja sambil sesekali kita saling bertukar olokan dan canda.

Kondisi kami berdua sangatlah berbeda, mba Ode yang masih single masih bebas kemanapun yang dia suka. Sementara saya, seorang ibu bekerja yang juga mempunyai anak usia batita. Bisa dibayangkan bagaimana perbedaan kehidupan kami kan.

Akhirnya pertanyaan ini pun membuat pembicaraa kami terhenti begitu saja.

Ode : ayo lah, kapan-kapan kita jalan lagi. Keliling Indonesia dan manca negara

Ike : ah, kapan ya… aku sih mau aja tapi sekarang kondisinya emang sudah berbeda.

Ode : kamu sudah gak asyik kayag dulu lagi. Sudah jadi ibu-ibu jadi beda

Lalu chat berhenti karena saya tak kuasa membalasnya. Bingung mau ngomong apalagi. Di satu sisi saya benar-benar ingin jalan-jalan berlibur menghibur diri, tapi disisi lain saya tak kuasa meninggalkan anak dan suami walau hanya 1 hari saja. Naluri ibu, memang membuat diriku berbeda.

Ternyata kegalauan saya tak berhenti sampai begitu saja. Seharian ini jadi terasa super baper. Kemudian curhat ke suami, diskusi hangat sambil minum teh. Ternyata kita terlalu sibuk ya mas, sampai kita jarang menikmati waktu berdua dan berlibur seperti dulu. tiba-tiba suami diam dan merenung. Entah dia mengiyakan pernyataan saya, entah dia mencari ide atau justru marah. Saat itu saya takut jika suami tersinggung karena permintaan saya untuk berlibur.

Sambil melihat beberapa kenangan kami sebelum menikah yang sering berlibur, saya melanjutkan curhat pada suami. Nampak sekali kebahagiaan kita tercermin dari beberapa foto ini.

JD Turis di Bororbudur
JD Turis di Parang tritis
JD Turis di Bromo

Memang beberapa bulan ini kondisi keuangan keluarga kami sulit untuk ditebak. Mungkin juga karena itu suami terdiam. Sontak saya kaget ketika suami menunjukkan HP nya kepada saya sambil berkata dengan mesra, maaf ya sayang, selama ini belum sempat mengajakmu liburan. “Bagaimana jika kita rencanakan liburan kita tahun ini”, ujarnya sambil tersenyum manis.

Bahagia itu jika kita sejalan dengan pasangan kita, pas mau liburan suami juga menyetujuinya.

Suami memberi tahu sebuah aplikasi belanja online yang sangat familiar.  “JD ID sekarang bisa beli tiket pesawat ? “, kataku lirih. Sebelumnya saya memang sering belanja di JD ID untuk membeli kebutuhan si kecil dan belanja bulanan. Selain barangnya ori, kualitas yang selalu dijaga membuat saya selalu puas berbelanja online di salah satu marketplace ini. Jika saat ini terdapat fitur tambahan dapat membeli tiket online, sungguh ini menjadi nilai plus lagi.

Menurut saya JD ID ini adalah marketplace yang menjaga kepuasan konsumen. Jadi untuk pelayanannya bisa dipastikan yang terbaik untuk konsumen. Sembari ngobrol suami menunjukkan cara pemesanan tiket pesawat lewat JD ID flight.

baca juga : Yuk Kunjungi 3 Destinasi Wisata Ramah Anak di Pangandaran Ini

Kenapa harus beli tiket pesawat di JD DI ?

Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini tempat untuk membeli tiket pesawat, tiket kereta sudah berhamburan d jagat dunia maya.

  1. Marketplace Terpercaya

Prioritas untuk konsumen dalam pasar belanja online adalah kepercayaan. Bahkan konsumen sekarang ini sudah cerdas, bagaimana mereka harus menentukan pilihan untuk belanja online dimana. Testimoni dan kepuasan konsumen menjadi salah satu andalan bagi beberapa marketplace. Seperti halnya JD ID yang terus menjaga kepercayaan konsumen dengan service yang selalu memuaskan. Inilah salah satu sebabnya saya percaya belanja di JD ID karena saya tidak pernah dibuat kecewa.

  1. Proses Mudah dan cepat

Pesan dan belanja online di JD ID saja prosesnya cepat. Apalagi proses pemesanan tiket pesawat. Selain proses cepat, ternyata fitur pemesanannya mudah dan tidak berbelit-belit. Bisa di akses dari web browser dan dari aplikasi di hp android. Berikut ini cara akses di web browser. Kini dapat dengan mudah pesan tiket pesawat dimana saja.

Halaman home JD ID
Halaman home JD ID
Setelah di klik gambar pesawat, muncul halaman ini. Isi sesuai dengan tujuan dan tanggal pemesanan tiket pesawat
Halaman harga tiket yang bisa dipilih konsumen
Langkah terakhir, isi data sesuai identitas resmi dan kemudian checkout untuk proses pembayaran

Setelah proses pembayaran selesai, maka pelanggan akan di berikan notifikasi lewat email untuk e-tiketnya. 

  1. Banyak promo Diskon

Rencananya memang kami ingin berlibur ke Bali. Kenapa Bali ? karena saya belum pernah ke Bali. Sepertinya saya ini manusia paling cupu karena belum pernah ke Bali. Jika teman-teman atau saudara bahkan adek saya yang sekolah SMP saja sudah pernah menikmati keindahan pulau dewata ini, saya masih cupu dan hanya berharap ada keajaiban yang datang hingga saya bisa berkunjung dan berlibur ke Bali.

Perencanaan liburan kali ini tak boleh asal-asalan karena saya membawa si kecil. Mulai dari transportasi, akomodasi dan tujuan harus benar-benar di plan supaya liburan maksimal.

Perencanaan yang saya lakukan untuk mewujudkan mimpi jadi turis di Bali yaitu dengan 5 cara ini.

  1. Perencanaan buget

Sebagai manager keuangan di rumah, saya selalu menghitung setiap rupiah yang pengeluaran. Bukan pelit sih, etapi lebih ke menjaga supaya pengeluaran sesuai dengan manfaatnya. Karena memang harus cukup untuk ini dan itu, maka perhitungan pun bisa jadi semakin ketat.

Masalah ingin liburan pun bisa menjadi rumit untuk seorang ibu bendahara ini. Pastilah buget harus selalu dikontrol dan dijaga. Jika perlu semuanya sudah dihitung dan sesuai estimasi supaya pengeluaran tidak membengkak. Perencanaan buget liburan saya adlaah dengan menghitung semua pengeluaran selama liburan dan pastinya menyisihkan uang untuk memenuhi pundi-pundi tabungan untuk liburan.

  1. Pesan transportasi & akomodasi jauh-jauh hari

Sejalan dengan perencanaan buget, jika ingin liburan dengan biaya minim maka rajin-rajinlah mencari diskon di berbagai maskapai penerbangan. Cara tersebut memang ampuh untuk menghemat. Terbukti saya pernah PP Surabaya- Singapura dengan tiket hanya Rp.400.000,- saja.

Jika menginginkan diskon pastilah harus memesan tiket dan hotel jauh-jauh hari. Selain banyak waktu untuk menimbang dan berfikir, pesan di jauh-jauh hari juga bisa sebagai tabungan. Jadi ibarat liburannya di cicil dengan beli tiket pesawat murah terlebih dahulu, kemudian beli hotel murah juga di JD hotel. Ketika pas hari H liburan tinggal siapin uang saku dan kebutuhan lainnya.

  1. Plan itinerary wisata

Itinerary itu penting saat travelling. Selain membantu mendisiplinkan diri, itinerary bisa jadi sebagai gambaran kasar liburan kita. Semua yang diplan di itinerary seharusnya dijalankan agar liburannya  benar-benar maksimal.

Untuk refensinya, sudah banyak sekali itinerary bersliweran di google, terlebihdari para travell blogger yang kece-kece. Jadi tujuan wisatanya juga gak monoton itu-itu aja. Rancanglan itinerary sebaik mungkin dan nikmati liburanmu se enjoy mungkin.

  1. Plan kebutuhan selama travelling

Selain akomodasi dan transport, biaya uang saku, uang  oleh-oleh dan kebutuhan tak terduga juga harus dianggarkan. Dulu pas masih single mah bisa backpaker dengan harga minimalis, sehari Cuma makan 1 kali. Tapi kondisi sekarang dengan bawa balita sepertinya mamak tak sanggup jika backpaker dengan buget minim.

Setidaknya ada buget longgar untuk kebutuhan si kecil dan kebutuhan lain yang mendadak. Bisa jadi mamak mendadak pengen sepatu baru atau pengen beli skin care saat liburan ke korea. Jadi pak suami tidak kaget dan pingsan di sana hehehe (ketawa nyengir).

  1. Berdoa semoga tabungan cukup

Dari sekian banyak usaha yang telah dilakukan, supaya lebih afdol dan terwujud semua rencana jangan lupa berdoa. Semoga semua rencana dilancarkan, semoga semua buget terpenuhi dan syukur-syukur ada rejeki lebih yang berlimpah ruah amin.

Semoga tahun ini kami dapat berlibur sekeluarga. Karena kenangan saat liburan akan teringat sepanjang usia, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mengharmoniskan hubungan keluarga.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

Baca juga :  Serunya Festival Kota Tua Malang 2018, Catat Tanggalnya!

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.