Konsep Pembelajaran BERMUTU untuk si Kecil

Jadi seorang Ibu Profesional itu memang harus bisa menguasai semua hal. Kekuatan multitasking seorang perempuan memang sudah pas dan cocok karena bagaimanapun seorang ibu dituntut bisa menghandel semua hal mulai dari kebutuhan anak suami, kesehatan, sampai juga bagaimana mendidik generasi penerusnya nanti.

Berat ya… yakin kita mampu kog para ibu-ibu semuanya, karena jamina surga ditelapak kaki ibu itu memang sudah sangat benar adanya.

Sebagaian besar dari kita pasti sudah banyak mengetahui kata-kata ini “madrasah terbaikseorang anak adalah ibunya”.  Sudah sangat jelas kan ya, jika bagaimana seorang anak akan tergantung dari cara mendidik ibunya.

Kali ini di kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional sedang diberikan materi pemahaman bagaimana mempelajari cara belajar. Karena saat ini saya sedang mempelajari ilmu bagaimana mendidik anak dengan baik dan benar, maka haruslah dibuat konsep pembelajarannya.

Saya merasa bahwa anak merupakan amanah yang membuat dan mewajibkan diri saya untuk terus belajar dan terus berubah menjadi yang lebih baik lagi. Terkadang saya belajar banyak dari anak saya sendiri. Hal yang sangat simple saja si kecil Alfan sekarang sedang suka belajar menirukan apa yang ada disekitarnya.

Maka dari itu, saya, suami dan seluruh anggota keluarga yang sering berinteraksi dengan Alfan haruslah menjaga sikap, perkataan ataupun emosi saat dengan Alfan. Karena jika tidak terkontrol Alfan akan dengan mudan menirukannya. Dari sini saya belajar menahan diri dan menjadi lebih baik dalam setiap tingkah laku dan perkataan.

baca juga : Milestone Perjalanan Memperbaiki Misi Hidup

Pasti mayoritas bapak dan ibu juga sudah paham benar dengan contoh saya di atas tadi ya. Nah, karena saya sedang belajar menjadi ibu profesional yang dapat mendidik anaknya dengan baik, tentunya saya punya konsep pembelajaran baik untuk diri saya sendiri dan untuk anak saya. Karena  hakikat proses belajar yang saya lalui dan yang dilalui anak adalah sama, jadi saya dan si kecih harus memulai dengan 3 pemahaman pokok dan pembelajaran dasar mengenai 3 hal ini :

  • Belajar hal berbeda 

Kebutuhan akan belajar kadang sesuai dengan keinginan kita. Suata saat kadang ingin sekali belajar ini dan itu ingin menguasai semuanya, namun manusia pasti ada keterbatasannya. Untuk itu harus ditetapkan apa yang perlu kita pelajari. Kita bisa belajar apa saja yang bisa menguatkan iman, menumbuhkan karakter baik, dan pastinya sesuatu yang bisa membuat kita menemukan passion diri sendiri.

Baca juga :  Luncurkan DANCOW Advanced Excelnutri+ Nestle Dukung Si Kecil dengan Acara Explore Your World

  • Cara belajar yang berbeda

Cara belajar ini banyak sekali dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Namun cara belajar yang paling baik adalah dengan membuat stuktur berfikit dan bertanya. Biasakan diri Anda dan anak untuk bersikap skeptik dan selalu bertanya akan suatu hal mengenai 6W +IH. Karena itu akan mengembangkan pola pikir dan mengembangkan kreatifitas .

  • Semangat Belajar yang berbeda

Semangat belajar ini bisa saja naik dan turun. Namun yang perlu dikuatkan agar semangat belajar tetap ada adalah kembali lagi pada tujuan belajar. Jadi tujuan belajar adalah untuk menuntut ilmu bukan hanya sekedarmencari nilai di sekolah atau mendapatkan ijasah, namun menuntut ilmu mempunyai tujuan dan mendapatkan cita-cita.

permasalahn sebelum mengetahui konsep pembelajaran yang pas untuk anak

Untuk membuat suatu konsep atau desaign pembelajaran untuk anak, maka permasalahan berikut ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah berhasil menjawab masalah ini, Anda akan enemukan bagaimana desigg pembelajaran terbaik bagi anak Anda.

Mengetahui Karakter Anak

Bisa dilakukan dengan observasi yang panjang, karakter ini bisa terdiri dari bagaimana sikapnya dan kelebihan serta kekurangannya. Bisa dilakukan dengan pengamatan sehari-hari dan meningkatkan bounding terhadap anak dan orang tua. Cintinya karakter si Alfan ini adalah dia bisa diajak diskusi tetapi jika mempunyai keinginan dia kekeh dengan keinginannya, tak mudah menyerah dan Alfan cenderung menyukai aktivitas gerak tubuh yang banyak.

analisa untuk mengamati karakter anak

Ini saya temukan saat bermain dengan Alfan. Misalnya saja contohnya Alfan lebih suka mainan yang cenderung bongkar pasang ata utak atik dari pada hanya bermain mobil-mobilan biasa. Keinginannya untuk menyelesaikan bongkar pasang sangat tinggi, sampai terkadang suka nangis jika tak bisa menyelesaikan puzzelnya. Tetapi dia terus mencoba menyelesaikan.

Mengetahui Motivasi belajar Anak

Motivasi adalah tujuan dari motif yang menggerakkan perilaku seseorang. Sementara menurut Luthans (2002:161), motivation is a process that starts with a pshycological deficiency or need a drive that is aimed at a goal or incentive. Teori hirarki kebutuhan (hierarchy of needs) yang dikembangkan Maslow (1954) memandang kebutuhan manusia berjenjang dari yang paling rendah hingga paling tinggi, dimana jika suatu tingkat kebutuhan telah terpenuhi, maka kebutuhan tersebut tidak lagi berfungsi sebagai motivator.

Baca juga :  Funtopia, Wahana Balon Terbesar di Surabaya

Cara mengetahui passion anak by Ibu Profesional

baca juga : Saya Masih Ingin Belajar Management Diri

Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs), yaitu kebutuhan untuk mengaktualisasikan semua kemampuan dan potensi yang dimiliki hingga menjadi orang seperti yang dicita-citakan. Menurut Maslow, kebutuhan akan aktualisasi diri merupakan kebutuhan paling tinggi dalam hirarki kebutuhan.

Lalu untuk mengetahui motovasi belajar anak yaitu dengan cara mengetahuikemampuan si kecil dalam mengkap dan menerima ilmu. Jika orang tua bisa mengetahui tipe anaknya menerima ilmu, maka akan lebih mudah digenjot motivasinya dengan tujuan sesuai passionnya.

Pembuatan Konsep Pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak

Kali ini saya akan memberikan konsep belajar BERMUTU (Bersama, Menyenangkan, Motivasi, dan Tanggung Jawab). Untuk detail penjelasan dari konsep tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Bersama

Maksud dari bersama ini adalah bahwa kebersamaan dan kekeluargaan yang dibutuhkan para anak-anak.. Upayakan selalu member kehangatan kekeluargaan kepada mereka agar mereka merasa nyaman bersama kita. Jika mereka sudah merasa nyaman, maka kita dapat memasukkan dan menanamkan nilai-nilai tingkah laku dan motivasi belajar. Tugas orang tua adalah menemani anaknya belajar supaya orang tua tau dan bisa membimbing anaknya.

Untuk mewujudkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan ini harus diciptakan suatu proses belajar yang nyaman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pendekatan secara personal. Bounding antara anak dan orang tua adalah triger utamanya.  Setelah anak merasa nyaman dengan kita, maka proses belajar akan lebih mudah dilaksanakan.

2. Menyenangkan

Konsep menyenangkan ini dibawa karena untuk mengikat ketertarikan anak. Bila proses belajar dilakukan dengan menyenangkan maka, ilmu akan lebih mudah untuk diberikan dan diterima oleh anak. Mengetahui karakter anak yang bebas, maka konsep ini sangat penting, karena bila proses belajar menjadi hal yang membosankan, kemungkinan anak tidak dapat menerima ilmu dengan baik.

Baca juga :  Bunda, lakukan yang terbaik untuk yang teristimewa

Cara yang paling tepat untuk menjadikan proses belajar ini menyenangkan adalah dengan mendekat dengan alam. Manfaatkan property alam dan lebih belajar dari fenomena alam. Dari karakteristik anak, ternyata mereka lebih senang bila belajar dengan langsung diberi ketrampilan dan lebih senang bila belajar sambil menyanyi. Menurut mereka itu adalah hal yang menyenangkan. Pelajaran yang cepat diterima oleh mereka adalah pelajaran seni dan ketrampilan. Dan ini akan lebih bermanfaat untuk mereka sebagai bekal hidup bila sudah dewasa nanti.

Konsep pembelajaran BERMUTU

3. Motivasi

Pemberian motivasi ini bertujuan untuk membuka pikiran mereka agar tidak terus-terusan manja, memberikan prinsip kemandirian, agar mereka berfikir dan membayangkan kehidupan yang lebih baik nantinya ketika dewasa. Pemberian motivasi ini berupa motivasi belajar, motivasi untuk menjalani hidup, motivasi untuk menjaga tingkah laku, dan motivasi religious. Diharapkan dari bekal ketrampilan dan motivasi ini dapat membuat mereka siapuntuk memasuki dunia yang lebih baik.

Cara pemberian motivasi adalah dengan mengangkat tema-tema perjuangan hidup dalam proses belajar mengajar, memperlihatkan film-film perjuangan dan memberikan tantangan, serta memberikan quantum spirit kepada mereka. Tanggung Jawab.

4. Tanggung Jawab

Pemberian materi tanggung jawab ini adalah untuk mengajarkan mereka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun tanggung jawab terhadap orang lain. Contoh simpelnya saja tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah para anak itu memiliki pola hidup bersih, mau mengikuti proses belajar, mau melakukan aktifitas personal secara mandiri. Untuk tanggung jawab terhadap orang lain contoh konkritnya adalah mereka bias bersosialisasi dengan orang lain.

Cara pemberian materi tanggung jawab ini adalah dengan menjadikan tujuan simple tanggung jawab sebagai peraturan yang ada. Contohnya harus mandi dan bersih saat akan mengikuti proses belajar.

Berikut ini gambaran kasar Konsep BERMUTU yang saya buat

Gambaran Konsep BERMUTU secara lebih spesifik

Disclaimer : postingan ini merupakan hasil pemikiran pribadi sebagai proses menyelesaikan tugas Nice Home Work 5 Kelas Matrikulasi Program belajar di INstitut Ibu Profesional

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.