Mari Belajar Berinvestasi

Apakah diantara kalian ada yang diam-diam ngumpulin uang untuk mewujudkan keinginan atau mimpi yang belum terwujud ? Atau ada yang iseng-iseng ngayal pengen jadi jutawan dan travelling keliling dunia, hihi kalau itu mah saya sering ngayal begitu.
Ternyata memang gak ada salahnya ngayal, yang penting realistis ya ngayalnya biar bias terwujud.
Nah, jika sudah bahas mengenai mimpi atau keinginan pasti semua manusia punya keinginan dalam beberapa tehun kedepan. Otomatis pembahasan kita juga tak jauh-jauh dari yang namanya duit. Gimana coba kalo mimpinya keliling dunia, kan pastinya butuh duit buat mewujudkannya. Menyiapkan kebutuhan jangka panjang tentunya menjadi PR tersendiri bagi sebagian orang. Termasuk saya sih, hehe kan jadi buka kartu kalo dalam jangka 5 tahun kedepan banyak keinginan yang ingin diwujudkan. Terus enaknya gimana ya, saving money yang harus dilakukan, cukup dengan menabung saja atau kita harus memilih berinvestasi ? Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya di artikel Pilih Nabung atau Investasi, bahwa Tabungan adalah menyimpan uang yang akan dimanfaatkan diwaktu yang akan datang. Sedangkan Investasi adalah sama-sama menyimpan uang untuk masa yang akan datang tetapi dengan tujuan mengalahkan inflasi. Lalu apa itu infalsi, sudah pada tau belum kog diem-diem bae… Inflasi adalah meningkatnya nilai harga suatu barang dalam waktu tertentu di tahun yang akan datang. Contoh paling gampangnya iru ya harga nasi goreng. Tahun 2010 saat masih jadi anak kost nasi goring harganya masih 5000 rupiah. Nah, saat ini tahun 2018 harga nasi goring sudah menjadi 10.000 rupiah. Tak terasa ternyata kenaikannya adalah 2kali lipat ya. Bagaimana dengan barang-barang lainnya yang lebih berharga. Pasti kenaikan harganya lebih tinggi.
jurus jitu dalam hal perduitan
Dari ilustrasi gambar diatas bias diketahui bahwa jika memilih menabung ya hasilnya akan segitu-gitu aja. Tetapi jika memilih investasi pasti akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Cuma syarat jika ingin berinvestasi itu adalah jangan serakah dan jangan baperan. Nanti pas harganya naik jangan serakah dan jika pas nilanya anjlong jangan baper supaya investasinya juga gak ikut baper. Mari memilih investasi yang sesuai Kali ini saya akan membahas tentang investasi menggunakan Reksa dana. Reksa dana  Adalah program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada  beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset (Manajer Investasi). Reksa dana itu memiliki banyak sekali pilihan tergantung kemampuan dan banyak pilihan produk sesuai kebutuhan investasi. Bias dicairkan kapan saja tanpa adanya jangka waktu khusus, jadi sifat reksa dana itu liquid. Kemudian hasil investasi tidak dipotong pajak dan harga reksa dana itu murah mulai 10 ribu per unit. Nah jika tertarik untuk berinvestasi dengan reksa dana. Maka yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa manager investasi yang dipilih adalah aman dan terdaftar dan diawasi oleh OJK. Untuk mengecek status keamanannya dapat dilakukan di ojk.go.id.
jenis-jenis reksa dana
Hati-hati saat memilih manager investasi karena kita harus jeli dan teliti sebelum memutuskan untuk membeli unit reksa dana. Sebaiknya mengenal jesnis reksa dana secara detail. Bagaimana resikonya dan bagaimana keuntungannya. Perlu di waspadai jika ada manager investasi menyatakan bahwa low risk high return. Karena tak ada investasi reksa dana yang demikian. Yang ada adalah semakin tinggi resiko juga semakin tinggi return yang akan di dapat dalam jangka waktu tertentu. Reksa dana pasar uang Reksa dana yang paling aman dan memiliki fluktuatif yang stabil. Semuanya merupakan instrument pasar uang yang cenderung memiliki hasil yang stabil. Untuk yang ingin berinveatasi dengan jangka waktu yang cepat bias menggunakan investasi reksa dana pasar uang ini. Ibarat kolam renang ini adalah kolam paling cetek untuk berlatih berenang. Sama halnya dengan investasi, reksa dana pasar uang ini adalah jenis reksa dana yang tepat untuk belajar dan investasi jangka pendek. Reksa dana pendapatan tetap. Jenis reksa dana yang kedua ini memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dari pada reksa dana pasar uang. Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang terdiri dari 80% adalah berupa obligasi dan 20% instrument pasar uang. Reksa dana pendapatan tetap ini cenderung lebih ada fluktuatif dan merupakan reksa dana yang cocok untuk jangka waktu lebih besar dari 3 tahun. Jika diibaratkan kolam renang ini adalah kolam 2 meter yang sudah mulai ada ombak sedikit. Jadi ada resiko tenggelam bagi yang tidak dapat berenang. Reksa dana pendapatan tetap ini mulai ada fluktiatif tetapi masih rendah.
resiko untuk beberapa jenis reksa dana. 
Setelah mengenal 2 jenis reksa dana, manakah yang akan kalian gunakan untuk berinvestasi ? tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Berikut ini adalah contoh investasi yang ingin saya lakukan, semoga dapat menjadi inspirasi,
contoh perhitungan investasi saya
Oh iya, mengapa saya menuliskan dana darurat ? Jadi yang harus di planning pertama kali untuk rencana jangka panjang Anda adalah dana darurat. Apa itu dana darurat ? Dana darudat adalah dana khusus yang disiapkan untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan burung di masa yang akan datang. Yang jelas dana darurat itu dana yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan keuangan yang tiba-tiba, tidak bias dihindari, dan tidak dapat ditolak. Kondisi yang harus disiapkan setiap orang. Memang besarnya terngantung dari kebutuhan,tetapi akan lebih baik jika dana darurat itu menjadi prioritas yang disiapkan. Kira-kira sudah terpikirkan untuk berinvestasi menggunakan reksa dana. Untuk cara berinvestasi reksa dana adalah sebagai berikut :
Cara berinvestasi dengan reksa dana
  1. Pembelian
Reksa dana dapat dibeli dengan satuan unit, dengan harga tertentu. Misalnya 1 unit seharga 10ribu dan Anda akan membeli 100ribu maka Anda akan mendapatkan 10 unit reksa dana. Untuk besarnya harga sesuai dengan manager investasi yang digunakan.
  1. Investasi
Saat berinvestasi harus jeli melihat timing dan waktu yang tepat. Seharusnya berinvestasi saat harga stabil atau harga jatuh kemudian tidak buru-buru mengambilnya atau menjualnya saat harga anjlok.
  1. Pencairan
Pencarian dapat dilakukan kapanpun saat dirasa investasinya berkembang dengan baik. Pencairan ini harus disaat harga yang tinggi ataupun saat waktu yang tepat. Untuk jenis investasi dapat diubah sesuai kebutuhan. Misalnya Anda berinvestasi dengan reksa dana pendapatan tetap selama jangka waktu 4 tahun. Setelah berjalan 3 tahun Anda ingin mengubah menjadi Reksa dana pasar uang, tentunya ini dapat dilakukan dengan mudah asalkan masih dalam satu manager investasi. Bagaimana ? semakin tercerahkan dengan pilihan investasi ? yuk segera berinvestasi sebelum menyesal nanti di hari tua. Semoga informasinya bermanfaat dan para pembaca dapat mengetahui investasi apa yang cocok dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing.

4 comments

  1. Saya sendiri sudah membuktikan lho…. Ternyata investasi di Reksadana lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan, bunganya itu lho lebih besar dari bunga di buku tabungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.