Tips Mengatur Keuangan Menjelang Lebaran

Marhaban ya Ramadhan,

Alhamdulillah bulan suci penuh ampunan akan segera datang. Sudah pada persiapan belum hayo, selain nyiapin mental dan fisik ternyata ada juga yang harus disiapkan loh, khususnya para ibu-ibu pasti menyiapkan ini, yaitu finansial menjelang Hari Raya tiba.

Apa perlunya menyiapkan finansial khusus lebaran ?

Secara tidak sadar, ternyata kebutuhan saat bulan Ramadhan dan Hari Raya itu bisa melonjak hingga 2 kali lipat kebutuhan harian biasa. Kenapa seperti itu ya. Kebutuhan untuk menyiapkan makan dan camilan saat buka, kemudian busana muslim untuk Hari Raya sampai dengan kebiasaan memberikan sedekah untuk para saudara pasti akan membuat kebutuhan finansial meningkat.

Lalu bagaimana cara mensiasatinya ?

Berikut ini ada beberapa tips mengatur keuangan dan kebutuhan belanja menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya.

Belanja sebelum Ramadhan atau Hari Raya tiba

Saat bulan Ramadhan pasti semua orang merasakan bahwa kebutuhan akan semakin meningkat. Contoh simplenya untuk sajian berbuka saja. Pasti aka nada banyak sekali pilihan menu buka puasa di meja makan Anda kan, itu lah sebabnya mengapa banyak keluarga yang merasa lebih boros saat bulan Ramadhan.

Selain itu, efek hmenjelang hari Raya pasti semua kebutuhan pokok akan menjadi semakin mahal, banyak harga naik 2 kali lipat dari biasanya. Ini terjadi karena adanya banyak peningkatan daya beli konsumen sehingga harga-harga otomatis naik.

Tak luput dari incaran konsumen, harga perhiasan, dan pakaian juga naik drastic, tetapi budaya baju baru dan semua baru di hari Raya memang masih melekat di masyarakat Indonesia.Jadi tak bisa kita hindari deh peningkatan harga setiap menjelang Ramadhan dan Hari Raya.

Nah, untuk solusi jitunya adalah, belanjalah kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya, di jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Misalnya 10 hari sebelum Ramadhan, pasti harga-harga masih stabil.

Manfaatkan THR dengan bijak

Pada Hari Raya akan selalu banyak kebahagiaan antara lain karena adanya THP (Tunjangan Hari Raya). Tetapi, penggunaan THR yang tidak bijak akan membuat kondisi keuangan semakin memburuk dan alhasil setelah hari Raya kita merasakan susah financial.

Duh, jangan sampai deh seperti itu.

Bagaimana cara bijak menggunakan THR ? Sebenarnya mudah, cukup disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Tetapi yang paling ampuh adalah membelanjakan THR sesuai dengan standart harian, bukan standart saat hari Raya.

Gimana ? Bingung ?

Maksudnya begini, jika bulan biasanya pengeluaran bulanan cukup dengan 2juta saja, jangan sampai saat hari Raya, THR yang dikeluarkan lebih dari 2jt. Itu sudah harus mencakup semua kebutuhan ya, termasuk budaya memberikan sedekah/angpo kepada sodara, itu harus diperhitungkan juga.

Jangan sampai THR membuat kita terlena dan menjadi lebih konsumtif. Karena yang harus dipersiapkan adalah hari-hari setelah hari Raya, semoga uforia hari Raya tidak membuat mata khilaf dengan godaan nafsuu berbelanja.

Lakukan usaha sampingan saat bulan Ramadhan dan Hari Raya

Bulan Ramadhan memang bulan benuh berkah, banyak pula yang memanfaatkan untuk moment peluang menjalankan usaha musiman. Usaha sampingan yang dapat dilakukan saat bulan Ramadhan adalah menjual makanan, menjual jajan untuk takjil, atau menjual kue saat menjelang hari Raya. Bisnis tambahan yang dilakukan selain dapat menstabilkan financial saat menjelang hari Raya, juga dapat dijadikan untuk mengisi waktu.

Tapi ada beberapa orang yang ingin membuka usaha sampingan karena terbentur masalah modal. Anda tidak perlu khawatir, karena kini ada pinjaman online. Pasti banyak yang bingung, kog bisa ada pinjaman online ?

Jadi kini ada CekAja.com yang menyediakan pinjaman online. Jadi gak Cuma bisa belanja online ya, kini ada juga situs penyedia pinjaman online. Jenis pinjamannya pun juga sangat banyak sekali. Selain menyediakan pinjaman, CekAja.com juga menyediakan asuransi dan produk investasi lainnya.

Nah, untuk yang butuh modal usaha, dapat mengajukan pinjaman online khusus untuk UMKM. Dengan menyediakan fasilitas pengajuan kredit pinjaman modal usaha secara online yang bisa diakses oleh pelaku usaha di seluruh Indonesia, CekAja.com ingin berpartisipasi dalam mendorong perkembangan kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia.

Untuk syarat pengajuannya pun sangat mudah dan prosesnya cepat. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut :

  1. Warga Indonesia
  2. Usaha minimum 2 tahun di lokasi dengan bidang usaha yang sama
  3. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan maksimal usia 60 tahun saat kredit lunas
  4. Belum pernah memperoleh fasilitas kredit atau pernah/telah memperoleh fasilitas kredit dengan kolektibilitas lancar, atau tidak dalam kondisi kredit bermasalah

Lalu untuk persyaratan pengajuan dibutuhkan beberapa data yang harus dilengkapi dalam pengajuan pinjaman modal usaha, adapun kelengkapan datanya adalah sebagai berikut :

  • Bukti diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) serta Surat Nikah (bagi yang menikah)
  • Khusus kredit Rp 50 juta keatas dipersyaratkan dokumen legalitas usaha, seperti: NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha)
  • Surat Keterangan Usaha dari Desa/Kelurahan, Dinas Pasar atau Otorita setempat di mana yang bersangkutan memiliki usaha; atau Surat Ijin Usaha
  • Fotokopi rekening giro/tabungan 6 bulan terakhir

Bagaimana ? sudah ada gambaran seperti apa proses pinjaman onlinenya ?

Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi situs CekAja.com dan semakin baik jika usaha yang ingin dilakukan segera direalisasikan. Karena moment Ramadhan tidak akan terulang dan semoga kita selalu mendapatkan berkah di bulan suci ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.